Dua Pekan Lalu Cedera Serius usai Duel dengan Justin Hubner, Begini Pembelaan Pemain NAC Breda soal Deker

Insiden cedera serius yang dialami Lewis Holtby usai duel dengan Justin Hubner masih menjadi perbincangan di Belanda. Peristiwa itu terjadi pada 12 April 2026 dalam lanjutan Eredivisie.

Saat itu, Hubner tampil penuh membela Fortuna Sittard ketika menghadapi NAC Breda. Laga berakhir imbang 1-1, namun diwarnai momen kontroversial pada menit ke-34.

Dalam situasi lemparan ke dalam, Holtby menerima bola di dekat kotak penalti. Hubner yang berusaha memotong bola justru mengenai kaki kiri Holtby, membuat sang gelandang langsung terjatuh kesakitan.

Tayangan ulang menunjukkan kondisi kaki Holtby mengalami memar hingga robekan kulit akibat benturan. Beruntung bagi Hubner, insiden tersebut tidak dianggap pelanggaran oleh wasit.

Salah satu sorotan utama dari kejadian ini adalah Holtby yang tidak mengenakan pelindung tulang kering (deker) secara maksimal, sehingga meningkatkan risiko cedera.

Dikritik Para Pengamat

Insiden ini memicu perdebatan di kalangan analis sepak bola Belanda. Dalam program Voetbalpraat, sejumlah pengamat seperti Kenneth Perez, Vincent Schildkamp, dan Arno Vermeulen menyoroti penggunaan deker yang dianggap tidak memadai.

Perez bahkan melontarkan kritik tajam terkait tren pemain menggunakan pelindung yang terlalu kecil.

“Mereka sekarang memakai pelindung sangat kecil, bahkan seperti tisu. Saya tidak bersimpati pada cedera akibat hal itu,” ujarnya.

Sementara itu, Schildkamp menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perlengkapan pemain.

“Ini soal perlindungan. Sepak bola profesional harus bertanggung jawab jika membiarkan pemain tampil dengan perlindungan minimal,” tegasnya.

Pembelaan Holtby soal Deker

Holtby akhirnya kembali bermain saat NAC Breda kalah 0-2 dari Ajax Amsterdam pada pekan ke-31. Ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71.

Usai laga, Holtby memberikan tanggapannya terkait kritik soal deker yang ia kenakan.

“Semua orang punya pendapat, tapi saya tidak terlalu peduli. Pertanyaannya, seberapa besar pelindung itu seharusnya?” ujarnya kepada ESPN Nederland.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan deker besar juga memiliki risiko tersendiri.

“Kalau pelindung lebih tinggi, pergelangan kaki jadi terbuka. Saya justru terkena di sana dan harus dijahit. Kalau diturunkan, risikonya pindah ke bagian lain,” jelasnya.

Menurut Holtby, perlindungan maksimal justru hampir mengharuskan pemain memakai pelindung seperti di olahraga hoki es.

Tetap Santai di Tengah Situasi Sulit

Meski mengalami cedera cukup serius, Holtby mengaku tidak terlalu khawatir. Ia tetap merasa nyaman menggunakan deker kecil meski menyadari risikonya.

“Saya pulih dengan cepat. Ini bukan pertama kalinya saya harus dijahit. Masih ada hal yang lebih buruk,” ujarnya.

Di sisi lain, Holtby juga menyoroti performa timnya yang masih terpuruk. NAC Breda kini berada di posisi ke-17 klasemen dengan 25 poin dan terancam degradasi.

Dengan hanya tiga laga tersisa, situasi semakin sulit bagi NAC Breda untuk bertahan di Eredivisie.

“Kami mengontrol permainan dan menciptakan peluang, tapi tidak efektif. Ini situasi yang buruk, tapi kami harus terus berjuang,” tutup Holtby.

Mungkin Anda Menyukai