Pertandingan spektakuler antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munich yang berakhir 5-4 pada leg pertama semifinal Liga Champions UEFA 2025–2026, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB, tak hanya menghadirkan hujan gol, tetapi juga memicu kontroversi besar.
Salah satu momen paling disorot adalah keputusan wasit yang memberikan penalti kepada PSG—keputusan yang langsung menuai perdebatan luas.
Insiden bermula saat umpan silang Ousmane Dembele mengenai lengan Alphonso Davies, setelah sebelumnya memantul dari kakinya sendiri. Wasit Sandro Scharer sempat meninjau tayangan ulang melalui VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.
Keputusan tersebut langsung diprotes pemain Bayern, termasuk Joshua Kimmich yang memberi isyarat bahwa bola lebih dulu mengenai bagian tubuh lain sebelum menyentuh tangan Davies.
Penalti yang Diperdebatkan
Legenda Inggris, Alan Shearer, menjadi salah satu sosok paling vokal dalam mengkritik keputusan itu. Ia menilai penalti tersebut seharusnya tidak diberikan.
“Begitu saya melihat bola memantul dari kaki ke tangan, itu bukan penalti. Saya benar-benar tidak setuju,” ujar Shearer.
Pendapat serupa disampaikan Wayne Rooney. Ia menyoroti posisi tangan Davies yang berada di belakang tubuh, serta situasi pantulan bola yang dinilai sulit dihindari.
Titik Balik Pertandingan
Mantan wasit Mark Clattenburg dan Daniel Sturridge juga mengakui keputusan tersebut kontroversial, meski Sturridge mencoba memahami sudut pandang wasit yang mungkin melihat adanya reaksi tangan terhadap bola.
Sementara itu, Glenn Hoddle meluapkan kekecewaannya, menyebut keputusan tersebut “memalukan” dan “merusak pertandingan”.
Penalti itu sukses dieksekusi Dembele, membawa PSG unggul 3-2 sebelum jeda. Momentum tersebut dimanfaatkan tuan rumah untuk menjauh hingga 5-2 lewat tambahan gol dari Khvicha Kvaratskhelia dan Dembele.
Namun, Bayern menunjukkan mentalitas kuat. Gol dari Dayot Upamecano dan Luis Diaz membuat skor akhir menjadi 5-4, menjaga peluang mereka tetap hidup jelang leg kedua.
Kompany Tetap Optimistis
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, tetap melihat sisi positif dari performa timnya meski kalah tipis.
“Kami memang menderita, tapi juga berbahaya. Mencetak empat gol tandang di Liga Champions biasanya cukup, dan itu memberi kami keyakinan,” ujarnya.
Kompany kini menatap leg kedua di Allianz Arena dengan optimisme tinggi. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bayern diyakini masih memiliki peluang besar untuk membalikkan keadaan.
