Empat pelatih top akan saling adu taktik di semifinal Liga Champions UEFA 2025–2026: Mikel Arteta (Arsenal), Diego Simeone (Atletico Madrid), Vincent Kompany (Bayern Munich), dan Luis Enrique (PSG).
Namun, di balik persaingan sengit di lapangan, terdapat jurang mencolok dalam hal gaji. Berdasarkan berbagai laporan industri sepak bola dan estimasi media, Simeone masih berdiri jauh di puncak sebagai pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia.
Catatan: angka-angka berikut merupakan estimasi yang beredar di media dan bukan data resmi klub.
Simeone: Raja Gaji Pelatih Dunia
Diego Simeone menjadi anomali dalam struktur gaji pelatih modern. Ia diperkirakan menerima sekitar 30 juta euro per tahun—angka yang secara konsisten menempatkannya di posisi teratas secara global.
Dalam konversi lain, jumlah tersebut setara sekitar 25,9 juta pounds per tahun. Nilai fantastis ini mencerminkan loyalitas panjangnya bersama Atletico Madrid sejak 2011, serta kemampuannya menjaga klub tetap kompetitif di tengah dominasi Real Madrid dan Barcelona.
Di fase semifinal, Simeone tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga status sebagai pelatih dengan nilai ekonomi tertinggi.
Arteta vs Luis Enrique: Elite dengan Gaji “Menengah”
Di bawah Simeone, terdapat dua nama dengan kisaran gaji relatif berdekatan: Mikel Arteta dan Luis Enrique.
Arteta dilaporkan menerima sekitar 10 juta euro per tahun, dengan potensi meningkat hingga 15 juta euro melalui bonus performa. Sementara itu, Luis Enrique berada sedikit di atasnya, dengan estimasi 12 juta euro per tahun dan bisa mencapai 15 juta euro jika bonus terpenuhi.
Perbedaan angka keduanya memang tidak terlalu signifikan, tetapi konteksnya berbeda. Arteta masih membangun proyek jangka panjang di Arsenal, sedangkan Enrique direkrut PSG dengan target hasil instan di level Eropa.
Kompany: Pendatang Baru dengan Gaji Terendah
Vincent Kompany menjadi sosok dengan bayaran paling rendah di antara keempat pelatih semifinalis. Ia diperkirakan menerima sekitar 7 juta euro per tahun, dengan potensi naik hingga 9 juta euro melalui bonus.
Jika dibandingkan dengan pelatih lain, selisihnya cukup jauh. Namun, hal ini wajar mengingat Kompany masih tergolong baru di level elite sebagai pelatih kepala klub besar Eropa.
Selain itu, Bayern Munich dikenal memiliki struktur gaji pelatih yang lebih terkontrol dibanding klub seperti PSG atau Atletico Madrid.
Jurang Gaji yang Mencolok
Jika dirangkum, estimasi gaji keempat pelatih semifinalis adalah:
- Diego Simeone: ±30 juta euro per tahun
- Luis Enrique: ±12–15 juta euro per tahun
- Mikel Arteta: ±10–15 juta euro per tahun
- Vincent Kompany: ±7–9 juta euro per tahun
Selisih antara Simeone dan Kompany bahkan bisa melampaui 20 juta euro per tahun—sebuah jurang yang mencerminkan perbedaan pengalaman, reputasi, serta posisi tawar di level tertinggi sepak bola Eropa.
