Kilas Balik PSG vs Arsenal Jelang Final Liga Champions 2026: Luka Lama yang Ingin Dibalas The Gunners

Final Liga Champions 2026 antara PSG dan Arsenal pada 30 Mei mendatang bukan sekadar perebutan trofi paling prestisius di Eropa. Pertemuan ini juga menghadirkan kisah lama yang belum benar-benar selesai.

Arsenal datang ke final dengan membawa memori pahit musim lalu, ketika langkah mereka dihentikan PSG di semifinal Liga Champions 2024/2025. Di sisi lain, wakil Prancis itu kembali melaju dengan penuh percaya diri setelah sukses menundukkan The Gunners pada pertemuan sebelumnya.

Bagi skuad Mikel Arteta, final kali ini menjadi kesempatan emas untuk membalas kegagalan yang sempat menghancurkan harapan mereka menuju partai puncak musim lalu.


PSG Kuasai Emirates Stadium

Pada leg pertama semifinal musim 2024/2025 di Emirates Stadium, 29 April 2025, PSG tampil sangat efektif meski bermain di kandang lawan.

Laga baru berjalan empat menit ketika Ousmane Dembele mencetak gol pembuka usai memanfaatkan umpan Khvicha Kvaratskhelia. Gol cepat tersebut langsung mengubah arah pertandingan dan membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan.

PSG tampil agresif dengan pressing tinggi sepanjang babak pertama. David Raya beberapa kali dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang Desire Doue dan Fabian Ruiz.

Arsenal sebenarnya sempat membalas lewat sundulan Mikel Merino di babak kedua. Namun, gol tersebut dianulir karena offside setelah tinjauan VAR.

Kemenangan 1-0 di London menjadi modal penting bagi PSG sebelum menjalani leg kedua di Paris.


Donnarumma Jadi Tembok di Paris

Pada leg kedua di Parc des Princes, 7 Mei 2025, Arsenal tampil menyerang sejak menit awal demi mengejar ketertinggalan agregat.

Declan Rice dan Gabriel Martinelli beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Namun, Gianluigi Donnarumma tampil gemilang di bawah mistar PSG dan menggagalkan sejumlah peluang emas tim tamu.

PSG kemudian membuka keunggulan lewat Fabian Ruiz pada menit ke-27. Tembakannya yang sempat membentur William Saliba membuat David Raya gagal mengantisipasi arah bola.

Gol tersebut membuat tugas Arsenal semakin berat. Meski terus mendominasi tekanan, mereka kesulitan menembus pertahanan PSG yang tampil disiplin sepanjang laga.


Harapan Arsenal yang Pupus di Akhir Laga

Momentum sempat berpihak kepada Arsenal ketika David Raya berhasil menepis penalti Vitinha pada babak kedua. Penyelamatan itu membangkitkan harapan tim tamu untuk bangkit.

Namun, PSG kembali menjauh lewat gol Achraf Hakimi pada menit ke-72 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal.

Bukayo Saka sempat memperkecil ketertinggalan empat menit berselang melalui penyelesaian klinis memanfaatkan umpan Leandro Trossard. Arsenal kemudian terus menekan demi mencari gol penyeimbang agregat.

Saka bahkan memperoleh peluang emas untuk mencetak gol kedua, tetapi sepakannya melebar tipis dari sasaran.

Hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk PSG tetap bertahan. Les Parisiens pun memastikan tiket final dengan kemenangan agregat 3-1, sementara Arsenal harus kembali memendam mimpi mereka.

Kini, setahun berselang, kedua tim kembali bertemu di final Liga Champions 2026. Bedanya, kali ini Arsenal punya kesempatan untuk menuntaskan dendam lama mereka di panggung terbesar sepak bola Eropa.

Mungkin Anda Menyukai