Dua Monster Gol Liga Champions: PSG dan Bayern Munchen Menggila di Eropa

PSG dan Bayern Munchen tampil luar biasa tajam di Liga Champions 2025/2026. Kedua tim kini menjadi dua klub paling produktif dalam satu musim kompetisi dengan koleksi lebih dari 40 gol.

PSG sudah mencetak 43 gol, sedangkan Bayern Munchen mengikuti dengan 42 gol. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions, dua klub berbeda berhasil menembus angka 40 gol dalam satu edisi kompetisi.

Catatan tersebut membuat rekor Barcelona sebagai tim tertajam dalam satu musim Liga Champions mulai berada dalam ancaman serius.


PSG dan Bayern Pecahkan Rekor Langka

PSG mendekati rekor bersejarah setelah menang dramatis 5-4 atas Bayern Munchen pada leg pertama semifinal. Hasil itu membawa total gol Les Parisiens menjadi 43 dari 15 pertandingan.

Tim asuhan Luis Enrique tampil sangat agresif sepanjang musim. Mereka sempat mencetak lima gol ke gawang Chelsea di babak 16 besar dan kembali pesta gol saat menghadapi Tottenham pada fase liga.

Produktivitas tertinggi PSG terjadi ketika mereka menghancurkan Bayer Leverkusen dengan skor 7-2 pada Matchday 3.

Khvicha Kvaratskhelia menjadi mesin gol utama PSG dengan torehan 10 gol. Ousmane Dembele dan Vitinha masing-masing menyumbang enam gol, sementara Desire Doue menambahkan lima gol.

Menariknya, PSG juga mencatat rekor baru lewat 10 gol yang dicetak pemain pengganti. Jumlah itu melampaui rekor lama Liga Champions yang sebelumnya dipegang Kaiserslautern sejak musim 1998/1999.

Di sisi lain, Bayern Munchen juga tampil sangat produktif dengan 42 gol. Klub Jerman tersebut masih memiliki peluang untuk melampaui rekor Barcelona apabila terus tampil tajam hingga akhir kompetisi.


Rekor Barcelona Kini Terancam

Barcelona masih tercatat sebagai tim dengan gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions, yakni 45 gol pada edisi 1999/2000.

Saat itu format kompetisi masih menggunakan dua fase grup sehingga Barcelona memainkan total 16 pertandingan sebelum tersingkir di semifinal oleh Valencia dengan agregat 3-5.

Tim asuhan Louis van Gaal tampil sangat dominan sepanjang turnamen. Mereka mencetak 19 gol di fase grup pertama dan menambah 17 gol pada fase grup kedua.

Barcelona kemudian menyingkirkan Chelsea dengan agregat 6-4 di perempat final sebelum langkah mereka terhenti di semifinal.

Sebanyak 13 pemain berbeda mencatatkan nama di papan skor musim itu. Rivaldo menjadi top skor dengan 10 gol, disusul Patrick Kluivert dengan tujuh gol dan Luis Enrique dengan enam gol.

Kini, rekor tersebut mulai terancam oleh ketajaman PSG dan Bayern musim ini.


Bayern 2020 Masih Jadi Salah Satu Tim Paling Mematikan

Sebelum PSG dan Bayern musim ini mencuri perhatian, Bayern Munchen edisi 2019/2020 sudah lebih dulu dikenang sebagai salah satu tim paling mematikan dalam sejarah Liga Champions.

Saat itu, Bayern menjuarai kompetisi dengan total 43 gol hanya dalam 11 pertandingan. Format kompetisi yang berubah akibat pandemi COVID-19 membuat fase gugur dimainkan dalam sistem satu pertandingan mulai perempat final.

Tim asuhan Hansi Flick mencatat rata-rata hampir empat gol per laga, tepatnya 3,91 gol per pertandingan.

Bayern menyapu bersih fase grup sambil mencetak 24 gol, termasuk kemenangan 7-2 atas Tottenham dan pesta gol ke gawang Crvena Zvezda.

Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika mereka menghancurkan Barcelona 8-2 di perempat final. Robert Lewandowski tampil luar biasa dengan 15 gol hanya dalam 10 pertandingan, sementara Serge Gnabry menambahkan sembilan gol.


Barcelona Era Hansi Flick Juga Hampir Memecahkan Rekor

Barcelona sebenarnya sempat mendekati rekor mereka sendiri pada musim 2024/2025 dengan total 43 gol.

Pada era baru format Liga Champions dengan sistem fase liga 36 tim, Barcelona tampil sangat produktif sejak awal kompetisi. Mereka mencetak 28 gol hanya di fase liga.

Tim asuhan Hansi Flick beberapa kali mencatat kemenangan besar, termasuk lima gol ke gawang Young Boys, Crvena Zvezda, dan Benfica.

Di fase gugur, Barcelona menyingkirkan Benfica dan Borussia Dortmund sebelum akhirnya kalah dramatis dari Inter dengan agregat 6-7 di semifinal.

Raphinha menjadi bintang utama Blaugrana dengan 13 gol, rekor tertinggi pemain Brasil dalam satu musim Liga Champions. Robert Lewandowski menyumbang 11 gol, sedangkan Lamine Yamal mencetak lima gol.

Mungkin Anda Menyukai