Legenda Belanda Bela NAC Breda soal Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia: Banyak Klub Lakukan Kesalahan Serupa

Legenda sepak bola Belanda, Pierre van Hooijdonk, angkat bicara terkait polemik paspor dan kelayakan administrasi pemain non-Uni Eropa yang tengah memanas di Eredivisie.

Kasus ini bermula dari laporan NAC Breda terhadap keabsahan pemain Go Ahead Eagles dalam laga Eredivisie pada 15 Maret 2026. Dalam pertandingan tersebut, NAC Breda harus menelan kekalahan telak 0-6.

Bek Go Ahead Eagles, Dean James, diketahui tampil dalam laga itu meski belakangan terungkap tidak memenuhi syarat administratif. Sejak saat itu, polemik melebar, terutama terkait status izin kerja dan tempat tinggal pemain non-Uni Eropa yang telah berganti kewarganegaraan, termasuk ke Indonesia.

Beberapa nama lain yang turut terseret dalam isu ini antara lain Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Tim Geypens.

NAC Breda sendiri telah mengajukan banding kepada KNVB agar pertandingan tersebut diulang. Meski jaksa sepak bola profesional mengakui dasar hukum keberatan tersebut, tidak ada keputusan untuk mengubah hasil pertandingan.

NAC Breda Jadi Sasaran Kritik

Langkah NAC Breda memicu reaksi keras dari klub-klub lain di Eredivisie. Dalam pertemuan internal antarklub, banyak pihak mengecam sikap NAC yang dianggap berpotensi membuka kembali banyak kasus serupa.

Direktur NAC Breda, Remco Oversier, bahkan menjadi sasaran kritik. Suasana pertemuan disebut berlangsung panas, dengan penolakan luas terhadap upaya pengulangan pertandingan.

Beberapa laporan internal menggambarkan situasi tersebut seperti “lapangan desa tempat seseorang dilempari tomat busuk,” menandakan besarnya tekanan terhadap NAC.

Van Hooijdonk: Tidak Adil Menyalahkan NAC

Namun, Van Hooijdonk menilai kritik tersebut tidak adil. Menurutnya, banyak klub kemungkinan akan mengambil langkah serupa jika berada dalam situasi yang sama.

“Saya rasa semua klub dalam posisi seperti NAC akan melakukan hal yang sama. Fokus terlalu tertuju pada NAC, padahal ada klub lain yang juga melanggar aturan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung contoh lama di sepak bola Belanda, termasuk kasus PSV Eindhoven yang pernah tersingkir dari ajang piala karena menurunkan pemain yang seharusnya diskors.

Ajax Jadi Contoh Profesionalisme

Di tengah polemik, Ajax Amsterdam justru mendapat apresiasi. Klub tersebut dinilai mampu menghindari masalah serupa dalam transfer Maarten Paes.

Kiper Timnas Indonesia itu disebut lolos tanpa kendala karena Ajax melakukan pengecekan administratif secara menyeluruh sebelum merampungkan transfernya.

“Masalah ini sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Semua pihak lalai, kecuali Ajax,” tegas Van Hooijdonk.

Mungkin Anda Menyukai