Fadly Alberto Hengga Berharap Komdis PSSI Beri Keputusan Bijak Terkait Insiden EPA U-20

Fadly Alberto Hengga masih menunggu keputusan dari Komdis PSSI terkait insiden keributan dalam laga EPA U-20 Super League 2025/2026.

Pemain muda Bhayangkara FC U-20 itu menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam aksi kekerasan usai pertandingan melawan Dewa United U-20.

Fadly mengakui kesalahannya. Ia menyebut sempat menendang pemain lawan, Rakha Nurkholis, dalam situasi yang memanas di lapangan.

Saat ini, Komdis PSSI tengah melakukan investigasi atas insiden tersebut. Fadly berharap keputusan yang diambil nantinya bisa mempertimbangkan berbagai aspek secara adil.

“Jujur saya salah dengan tindakan ini. Tapi mungkin bisa dipertimbangkan juga bahwa ada pemain lawan yang melakukan hal serupa. Awalnya saya hanya ingin melerai,” ujar Fadly.

Dugaan Ucapan Rasis Picu Emosi

Fadly menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya berniat memisahkan rekan-rekannya yang terlibat keributan. Namun, situasi berubah setelah ia mengaku mendengar ucapan bernuansa rasial.

Ia menyebut sempat mendengar kata-kata seperti “hitam” dan “monyet”, yang langsung memicu emosinya.

“Saya sempat kembali ke arah bench, lalu mendengar kata-kata itu. Di situ saya langsung emosi,” jelasnya.

Meski begitu, Fadly mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang melontarkan ucapan tersebut, karena posisinya saat itu membelakangi sumber suara.

Permintaan Maaf Terbuka

Fadly Alberto Hengga juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya. Ia menyebut aksinya sebagai kesalahan besar yang tidak seharusnya terjadi.

“Saya dengan sadar memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya,” tulisnya.

Ia juga secara khusus meminta maaf kepada Rakha Nurkholis serta seluruh tim Dewa United U-20 atas insiden tersebut.

Dengan proses investigasi yang masih berjalan, keputusan Komdis PSSI kini dinantikan. Kasus ini menjadi pengingat penting tentang sportivitas dan kontrol emosi, terutama di level pemain muda.

Mungkin Anda Menyukai