Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia Belum Reda, 84 Laga Eredivisie Terancam Diulang

Polemik paspor dan izin kerja yang melibatkan Dean James bersama Go Ahead Eagles masih belum sepenuhnya mereda. NAC Breda, sebagai pihak yang pertama mengajukan protes, dipastikan telah melayangkan banding ke pengadilan.

Kasus ini bermula dari laga pekan ke-27 Eredivisie 2025/2026, saat NAC Breda kalah telak 0-6 di markas Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. NAC kemudian mempersoalkan status administratif Dean James yang saat itu baru berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia.

NAC meminta agar pertandingan tersebut dinyatakan tidak sah dan diulang. Namun sebelumnya, KNVB telah memutuskan bahwa Dean James dan klubnya tidak bersalah, sehingga kasus sempat dianggap selesai.

Menunggu Proses Hukum

Meski keputusan sudah keluar, NAC Breda tidak puas dan memilih menempuh jalur hukum. Mereka menyerahkan perkara ini ke pengadilan untuk menentukan apakah Dewan Kompetisi KNVB berwenang mengambil keputusan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, NAC menegaskan akan menempuh proses hukum singkat dan untuk sementara tidak memberikan komentar lebih lanjut sambil menunggu hasil sidang.

Sidang terkait banding ini dijadwalkan berlangsung di Utrecht pada 28 April 2026.

Dampak Besar: Puluhan Laga Terancam Diulang

Polemik ini memicu kekhawatiran besar di sepak bola Belanda. Pengamat sekaligus mantan pemain, Rene van der Gijp, bahkan membayangkan skenario ekstrem jika banding NAC dikabulkan.

Menurutnya, keputusan tersebut bisa membuka pintu bagi kasus serupa di pertandingan lain. Artinya, bukan tidak mungkin banyak laga yang harus diulang.

“Jika hakim memutuskan mendukung NAC, maka 84 pertandingan bisa saja harus diulang,” ujarnya dalam sebuah podcast.

Ia juga menyoroti dampak logistik dan kompetitif dari kemungkinan tersebut.

“Kita bisa saja sibuk mengulang pertandingan sampai Natal tahun depan,” tambahnya.

Efek Domino yang Mengkhawatirkan

Kasus ini tidak lagi sekadar soal satu pertandingan, melainkan berpotensi menjadi preseden besar dalam pengelolaan administrasi pemain di Eredivisie.

Jika banding dikabulkan, bukan hanya Go Ahead Eagles yang terdampak, tetapi juga klub-klub lain yang mungkin memiliki kasus serupa terkait status pemain non-Uni Eropa.

Kini, semua pihak menanti keputusan pengadilan yang bisa menentukan arah akhir dari polemik panjang ini—dan mungkin mengubah wajah kompetisi sepak bola Belanda musim ini.

Mungkin Anda Menyukai