Amerika Serikat tengah menghadapi sorotan serius menjelang gelaran besar Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar bersama Kanada dan Meksiko. Isu keamanan mencuat setelah adanya insiden percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump di Washington DC.
Seorang pria bersenjata dilaporkan menerobos pos keamanan dalam sebuah acara resmi di Gedung Putih. Peristiwa ini langsung memicu peninjauan ulang sistem keamanan nasional, terutama menjelang event internasional yang diperkirakan akan dihadiri jutaan orang.
Di sisi lain, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) disebut masih mengalami penutupan sebagian akibat kebuntuan pendanaan di Kongres. Kondisi ini dinilai berdampak pada koordinasi keamanan antara lembaga federal dan lokal.
Para pejabat menegaskan bahwa pembukaan kembali DHS menjadi hal penting untuk memastikan kesiapan keamanan nasional. Mereka memperingatkan bahwa skala Piala Dunia 2026 yang sangat besar membutuhkan sistem pengamanan yang solid dan terintegrasi.
Dengan meningkatnya kekhawatiran ini, perhatian publik kini tertuju pada kesiapan Amerika Serikat dalam menjamin keamanan salah satu ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.
