4 PEMAIN MONCER DI BRI SUPER LEAGUE YANG TAK DIPANGGIL HERDMAN KE TC TIMNAS INDONESIA

Jakarta – Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam menentukan skuad pemusatan latihan (TC) jelang Piala AFF 2026 menuai perdebatan di media sosial. Sejumlah pemain yang tampil konsisten di BRI Super League justru tidak masuk dalam daftar 23 nama yang dipanggil.

TC Timnas Indonesia sendiri akan digelar di Jakarta pada 26-30 Mei 2026 sebagai persiapan menuju Piala AFF 2026 yang berlangsung 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.

Berikut empat pemain yang tampil menonjol di liga, namun tidak mendapat panggilan:

Komang Teguh

Bek Borneo FC ini menjadi salah satu nama yang paling disorot. Komang Teguh tampil konsisten sepanjang musim dan hampir selalu menjadi starter.

Perannya sangat vital dalam membawa Borneo FC bersaing di papan atas. Bahkan, banyak yang membandingkannya dengan pemain yang dipanggil, seperti Muhammad Ferarri yang minim menit bermain di klub.

Irfan Jaya

Winger Bali United ini juga dinilai layak kembali ke Timnas. Dari 18 penampilan musim ini, Irfan Jaya mencatatkan empat gol dan lima assist.

Meski memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia dengan 22 caps, ia belum lagi dipanggil sejak 2022.

Zanadin Fariz

Nama Zanadin Fariz juga cukup mengejutkan karena tidak masuk skuad. Gelandang Persis Solo ini tampil stabil dengan 25 penampilan, satu gol, dan dua assist.

Ia juga punya pengalaman panjang di berbagai kelompok umur Timnas Indonesia hingga level senior.

Hansamu Yama

Bek senior Hansamu Yama Pranata juga dianggap pantas mendapat kesempatan. Sejak bergabung dengan Arema FC, ia selalu menjadi starter dan bahkan dipercaya sebagai kapten.

Pengalaman internasionalnya cukup matang dengan 19 caps bersama Timnas Indonesia, meski terakhir kali tampil pada Maret 2023.

Fokus Herdman ke Pemain Tertentu

Herdman sendiri lebih banyak memanggil pemain yang belum lama ditanganinya atau yang belum mendapat kesempatan sebelumnya.

Dengan Piala AFF tidak masuk kalender FIFA, mayoritas pemain yang dipanggil berasal dari kompetisi domestik. Namun keputusan ini tetap memicu tanda tanya besar dari publik sepak bola Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai