FIFA Resmi Terapkan Aturan Baru: Tutup Mulut & Aksi Protes Bisa Berujung Kartu Merah di Piala Dunia

Dunia sepak bola kembali dikejutkan dengan kebijakan tegas dari FIFA yang akan mulai diterapkan pada ajang Piala Dunia mendatang. Aturan baru ini memberi kewenangan kepada wasit untuk langsung mengeluarkan kartu merah kepada pemain yang dianggap melakukan tindakan tidak sportif, termasuk saat berbicara sambil menutup mulut di tengah konfrontasi.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat khusus IFAB di Vancouver, Kanada. Dalam pertemuan itu, dua amandemen hukum yang diusulkan FIFA resmi disetujui sebagai langkah untuk meningkatkan integritas dan sportivitas di lapangan.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah larangan bagi pemain untuk menutup mulut saat berbicara dengan lawan. Tindakan ini dianggap dapat menyembunyikan ucapan yang berpotensi mengandung unsur rasis atau penghinaan. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa aturan ini bertujuan memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran verbal.

“Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berdampak rasis, maka dia harus dikeluarkan dari lapangan. Itu jelas,” tegas Infantino.

Tak hanya itu, aksi meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit juga kini masuk dalam kategori pelanggaran berat. Pemain maupun ofisial tim yang terlibat dalam tindakan tersebut berpotensi mendapat kartu merah, bahkan timnya bisa dinyatakan kalah secara otomatis.

Kebijakan ini lahir setelah insiden kontroversial di final Piala Afrika, di mana Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Kejadian tersebut memicu evaluasi besar terhadap aturan disiplin dalam sepak bola internasional.

Kasus lain yang turut menjadi perhatian adalah insiden yang melibatkan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, yang berbicara sambil menutup mulut saat berhadapan dengan bintang Vinícius Júnior di Liga Champions. Peristiwa itu memicu investigasi serius dan berujung sanksi larangan bermain.

Dengan diberlakukannya aturan baru ini, FIFA berharap pertandingan di Piala Dunia akan berjalan lebih bersih, adil, dan bebas dari tindakan yang mencoreng nilai sportivitas. Kini, para pemain dituntut tidak hanya tampil maksimal, tetapi juga menjaga sikap dan perilaku mereka di atas lapangan.

Sepak bola bukan hanya soal menang, tapi juga tentang menghormati permainan.

Mungkin Anda Menyukai