Krisis tengah menyelimuti Chelsea FC setelah kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Stadion Amex. Penampilan The Blues jauh dari kata layak, bahkan nyaris tanpa ancaman berarti sepanjang pertandingan.
Pelatih kepala Liam Rosenior tak bisa menyembunyikan kemarahannya. Ia menyebut performa timnya “tidak dapat diterima” dan menegaskan bahwa perubahan drastis harus segera dilakukan.
Chelsea tampil tumpul di lini depan dan rapuh di lini belakang. Mereka bahkan baru mencatatkan percobaan ke gawang menjelang akhir babak pertama, mencerminkan minimnya kreativitas dan keberanian dalam bermain. Kekalahan ini menjadi yang kelima secara beruntun tanpa mencetak satu gol pun—catatan terburuk klub sejak 1912.
Rosenior menyoroti kurangnya intensitas, semangat, dan mental bertanding para pemainnya. Ia menegaskan bahwa masalah tim saat ini bukan soal taktik, melainkan dasar-dasar permainan seperti memenangkan duel, keberanian, dan tanggung jawab di lapangan.
Tekanan dari para pendukung pun semakin terasa. Untuk pertama kalinya, Rosenior menjadi sasaran kekecewaan fans yang mulai kehilangan kesabaran. Situasi ini memperbesar tanda tanya terkait masa depannya di Stamford Bridge.
Dengan posisi di klasemen yang semakin terpuruk dan peluang ke Liga Champions yang kian menipis, Chelsea kini berada di persimpangan jalan. Harapan terakhir mereka musim ini tertuju pada semifinal Piala FA, yang bisa menjadi titik balik—atau justru memperdalam krisis.
Satu hal yang pasti, jika tidak segera bangkit, musim ini bisa menjadi salah satu yang paling kelam dalam sejarah panjang Chelsea.
