Barcelona mulai menyusun blueprint untuk musim 2026/27 seiring kompetisi yang memasuki fase akhir. Meski performa Blaugrana mulai stabil di bawah arahan Hansi Flick, direktur olahraga Deco menilai komposisi skuad saat ini masih membutuhkan sentuhan tambahan agar mampu bersaing di level Liga Champions.
Fokus utama klub tertuju pada sektor pertahanan. Manajemen ingin menghadirkan tandem ideal bagi Pau Cubarsi—seorang bek berkaki kiri yang tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga mampu memimpin permainan dari lini belakang.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan daya saing di Eropa. Sistem pressing tinggi ala Flick membutuhkan pemain dengan karakter spesifik. Tanpa tambahan di posisi tersebut, pendekatan permainan tim dinilai masih menyisakan celah.
Saat ini, tim teknis aktif memantau pasar transfer untuk menemukan bek yang mampu mengombinasikan kekuatan bertahan dan distribusi bola. Aktivitas ini menandai awal pergerakan Barcelona menjelang bursa musim panas di Spotify Camp Nou.
Bastoni dan Proyek Benteng Baru
Hansi Flick mengincar bek kiri berkualitas tinggi untuk melengkapi kebutuhan taktiknya. Nama Alessandro Bastoni dari Inter Milan menjadi target utama.
Bastoni dinilai ideal karena mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan membangun serangan. Kemampuannya dalam mengalirkan bola dari lini belakang dinilai cocok dengan filosofi permainan Barcelona.
Namun, transfer ini tidak mudah. Banderol sekitar €70 juta menjadi kendala bagi kondisi finansial klub saat ini. Jika negosiasi menemui jalan buntu, Barcelona telah menyiapkan alternatif.
Nico Schlotterbeck dan Jonathan Tah masuk dalam daftar opsi cadangan. Keduanya dianggap lebih realistis dari sisi harga, tanpa mengorbankan kebutuhan taktik tim.
Menyesuaikan Neraca: Jual Pemain demi Aturan 1:1
Pergerakan Barcelona di bursa transfer sangat bergantung pada kemampuan mereka kembali ke aturan 1:1 La Liga. Meski batas gaji meningkat hingga sekitar €432,8 juta, kehati-hatian tetap menjadi prioritas.
Manajemen berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan skuad dan stabilitas finansial. Setiap langkah diambil dengan perhitungan matang.
Klub juga mengandalkan pemasukan dari renovasi Spotify Camp Nou serta sektor komersial lainnya untuk menambah ruang gerak di pasar.
Di sisi lain, penjualan pemain menjadi opsi realistis. Nama seperti Ferran Torres dan Andreas Christensen masuk dalam daftar yang berpotensi dilepas guna membuka ruang finansial.
Mencari Penerus Lewandowski
Selain lini belakang, sektor penyerang juga menjadi perhatian serius. Robert Lewandowski masih produktif, namun faktor usia membuat Barcelona harus mulai menyiapkan regenerasi.
Klub mencari striker dengan mobilitas tinggi yang bisa menjadi solusi jangka panjang. Sosok ini diharapkan mampu menjaga ketajaman lini depan dalam beberapa musim ke depan.
Julian Alvarez menjadi salah satu nama yang terus dipantau. Namun, statusnya sebagai pemain Atletico Madrid membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit.
Barcelona mempertimbangkan skema pertukaran pemain plus uang tunai untuk membuka peluang transfer. Selain itu, faktor daya tarik klub diharapkan bisa menjadi nilai tambah dalam negosiasi.
La Masia, Solusi Internal
Di tengah keterbatasan finansial, Barcelona tetap memiliki kekuatan dari dalam: La Masia. Hansi Flick sudah menunjukkan kepercayaan besar kepada pemain muda sepanjang musim ini.
Pemanfaatan akademi menjadi bagian penting dari strategi klub. Selain menjaga stabilitas tim, langkah ini juga membantu menekan pengeluaran.
Sejumlah pemain muda telah disiapkan untuk masuk ke tim utama secara bertahap. Mereka diproyeksikan mengisi peran rotasi yang sebelumnya ditempati pemain senior.
Ketergantungan pada talenta muda menjadi solusi jika target transfer tidak tercapai. Dengan pendekatan ini, Barcelona tetap memiliki jalur alternatif untuk menjaga daya saing di level tertinggi.
