Rodri tengah menghadapi salah satu periode tersulit dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional. Gelandang Manchester City itu berjuang untuk kembali ke performa terbaik setelah mengalami cedera serius yang membuatnya harus absen cukup lama.
Situasi ini datang di waktu yang kurang ideal. Rodri baru saja mencapai puncak karier dengan meraih Ballon d’Or—sebuah pengakuan atas kontribusi luar biasanya di level klub dan tim nasional.
Di tengah proses pemulihan, ia justru menyoroti isu yang lebih luas: tekanan fisik dan mental akibat padatnya kalender sepak bola modern.
Soroti Jadwal yang Terlalu Padat
Cedera ligamen lutut anterior yang dialami Rodri pada 2024 membuatnya menepi sekitar delapan bulan. Setelah kembali, ia masih harus menghadapi gangguan otot yang membatasi waktu bermainnya.
Dalam wawancara dengan program Premier Corner di DAZN, Rodri mengungkapkan kekhawatiran serius terkait beban yang harus ditanggung pemain elite.
“Kita harus berhenti, atau saya tidak akan sampai usia 32 tahun,” ujarnya.
Dalam beberapa musim terakhir, pemain di klub top memang harus tampil di berbagai kompetisi tanpa jeda yang memadai—mulai dari liga domestik, turnamen Eropa, hingga agenda tim nasional.
Belajar Mengelola Tubuh
Rodri mengaku kini lebih berhati-hati dalam mengelola kondisi fisiknya. Ia mulai memahami pentingnya membaca sinyal tubuh di tengah tuntutan jadwal yang padat.
“Anda harus tahu bagaimana mengelola beban kerja, karena tubuh memiliki batas dan kita semua punya masa kedaluwarsa,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kelelahan mental yang dialaminya usai menjuarai Euro 2024 bersama Spanyol. Rentetan musim panjang yang selalu berujung di fase akhir turnamen ternyata meninggalkan dampak yang tidak ringan.
“Setelah Euro, saya mengalami kelelahan luar biasa. Bukan hanya fisik, tapi juga mental. Saya tidak tahu bagaimana mengatasinya di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Rodri.
Fokus Bangkit
Kini, fokus utama Rodri adalah memulihkan kondisi dan kembali ke level terbaiknya. Ia tetap menjadi bagian penting dalam ambisi Manchester City mengejar gelar Premier League.
Selain itu, Rodri juga diproyeksikan sebagai pilar utama timnas Spanyol dalam menghadapi Piala Dunia 2026 di bawah arahan Luis de la Fuente.
Di tengah tekanan yang semakin besar dalam sepak bola modern, suara Rodri menjadi pengingat bahwa di balik performa elite, ada batas fisik dan mental yang tak bisa diabaikan.
