Kapten Manchester City, Bernardo Silva, mengaku kecewa dengan hasil imbang 3-3 melawan Everton. Meski demikian, ia menilai hasil tersebut tetap memberi secercah harapan dalam persaingan gelar Premier League musim ini.
City sempat tertinggal 3-1 sebelum bangkit di menit-menit akhir untuk mengamankan satu poin. Bagi Bernardo, respons tim menunjukkan bahwa peluang juara belum sepenuhnya tertutup.
Laga yang berlangsung di Goodison Park, Selasa (5/5/2026), berjalan dramatis sejak awal. Jeremy Doku membawa City unggul lebih dulu, namun Everton berbalik memimpin lewat gol Thierno Barry dan Jake O’Brien.
Erling Haaland kemudian memperkecil ketertinggalan sebelum Doku mencetak gol penyeimbang pada menit ke-97. Hasil ini memang menguntungkan Arsenal di puncak klasemen, namun Bernardo memilih menyoroti daya juang timnya.
Pemain yang baru mencatatkan 300 penampilan di Premier League bersama City itu mengakui situasi kini tidak ideal. Meski demikian, ia memastikan timnya akan terus berjuang hingga akhir musim.
Dua Babak yang Kontras
Pertandingan ini menunjukkan dua wajah berbeda dari Manchester City. Pada babak pertama, tim asuhan Pep Guardiola tampil dominan, mengontrol tempo, dan memegang penguasaan bola dengan baik hingga mampu unggul lebih dulu.
Namun, memasuki babak kedua, situasi berubah drastis. Everton tampil lebih agresif dan memanfaatkan celah di lini belakang City untuk mencetak gol-gol cepat.
“Ini adalah dua babak yang berbeda. Di babak pertama kami mengontrol permainan dengan baik, tapi di babak kedua kami benar-benar kehilangan kendali dan tertinggal 3-1,” ujar Bernardo.
“Untungnya kami bisa mencetak dua gol yang memberi sedikit harapan, tetapi ini jelas malam yang membuat frustrasi.”
City Pantang Menyerah
Hasil ini membuat posisi City semakin tertekan dalam perburuan gelar. Selisih poin dengan Arsenal melebar, sementara jumlah pertandingan semakin menipis.
Meski begitu, Bernardo tetap optimistis. Ia memuji performa Doku yang tampil menonjol dan menegaskan bahwa peluang masih terbuka selama musim belum berakhir.
Menurutnya, pengalaman City dalam menghadapi tekanan bisa menjadi modal penting. Fokus utama tim kini adalah menjaga konsistensi dan menghindari kehilangan poin di laga-laga tersisa.
“Kami akan terus berjuang sampai akhir, seperti yang selalu kami lakukan. Situasi ini memang membuat kami berada di posisi lebih sulit,” tegasnya.
“Tapi siapa yang tahu? Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi.”
