Punya Ikatan Batin dengan Persis Solo, Widyantoro Doakan Laskar Sambernyawa Bertahan di BRI Super League

Widyantoro masih menyimpan ikatan emosional yang kuat dengan Persis Solo. Di tengah situasi sulit yang dihadapi mantan timnya itu, ia menyelipkan doa sekaligus harapan agar Laskar Sambernyawa mampu bertahan di BRI Super League musim 2025/2026.

Hingga pekan ke-31, Persis masih tertahan di peringkat ke-16 dengan 27 poin—zona degradasi. Mereka terpaut dua angka dari Madura United yang berada di batas aman.

Secara matematis, peluang Persis untuk selamat masih terbuka. Namun, mereka wajib menyapu bersih tiga laga sisa sambil berharap tim-tim di atasnya terpeleset. Selain Madura United, Persijap Jepara dan PSM Makassar juga masih dalam jangkauan poin.

Sementara itu, dua tim sudah dipastikan terdegradasi, yakni PSBS Biak dan Semen Padang.


Inkonsistensi Jadi Masalah Utama

Perjalanan Persis musim ini berjalan naik-turun. Setelah sempat membuka musim dengan kemenangan di markas Madura United, performa mereka justru merosot tajam.

Persis bahkan melewati 13 pertandingan beruntun tanpa kemenangan hingga Desember 2025—fase yang sangat memukul posisi mereka di klasemen.

Memasuki paruh kedua musim, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Mereka sempat meraih kemenangan atas Persik Kediri dan Bali United, serta mencuri poin di kandang Persijap.

Namun, inkonsistensi kembali menghantui. Kekalahan telak dari Persija Jakarta (0-4) dan Malut United (2-5) membuat posisi mereka kembali tertekan.

Di sisa musim, Persis akan menghadapi laga krusial melawan Persebaya Surabaya, Dewa United, dan Persita Tangerang—tiga pertandingan yang akan menentukan nasib mereka.


Widyantoro: “Masih Ada Harapan”

Sebagai mantan pelatih, Widyantoro mengaku prihatin melihat kondisi Persis saat ini. Namun, ia tetap optimistis peluang bertahan masih terbuka lebar.

“Tiga pertandingan ini harus diperjuangkan sepenuh hati. Dengan perjalanan panjang sejak promosi dan dukungan suporter, akan sangat disayangkan jika harus turun kasta,” ujarnya.

Ia menilai kualitas skuad Persis sebenarnya cukup untuk bersaing dan meraih kemenangan di sisa laga.

“Saya yakin masih ada kans untuk bertahan. Materi pemainnya bagus, peluang untuk menang masih besar,” tegasnya.


Ikatan Emosional yang Tak Pernah Hilang

Widyantoro bukan sosok asing bagi Persis. Ia pernah menukangi klub ini dalam beberapa periode, termasuk saat membawa tim menembus babak 8 besar Divisi Utama 2014.

Dalam beberapa musim terakhir, ia melatih FC Bekasi City di kompetisi Liga 2. Meski kini berkiprah di klub lain, kedekatannya dengan Persis tidak pernah pudar.

“Doa saya yang terbaik untuk Persis Solo agar tetap bertahan. Saya merasa masih bagian dari keluarga besar Persis,” ungkapnya.

Ia pun menutup dengan pesan penuh harapan:

“Semua harus diperjuangkan maksimal. Dalam sepak bola, tidak ada yang tidak mungkin.”

Mungkin Anda Menyukai