Bayern vs PSG: Luis Enrique Berpeluang Samai Rekor Zidane dan Guardiola

 

Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) memastikan tiket ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menyingkirkan Bayern Munchen di semifinal. Bermain di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB, PSG menahan imbang Bayern 1-1 dan lolos dengan agregat 6-5.

Hasil tersebut cukup membawa Les Parisiens melangkah ke partai puncak karena pada leg pertama mereka menang dramatis 5-4 di Paris. Duel dua leg ini menjadi salah satu semifinal paling spektakuler dalam sejarah Liga Champions.

Di final nanti, PSG akan menghadapi Arsenal yang sehari sebelumnya menyingkirkan Atletico Madrid. Partai final dijadwalkan berlangsung di Budapest, Hungaria, pada 30 Mei 2026.

Keberhasilan PSG mencapai final juga membuka peluang besar bagi Luis Enrique untuk mengukir sejarah baru. Pelatih asal Spanyol itu kini berpeluang menyamai pencapaian Josep Guardiola dan Zinedine Zidane sebagai pelatih dengan tiga gelar Liga Champions.

Saat ini Enrique telah mengoleksi dua trofi Liga Champions sebagai pelatih. Gelar pertama diraihnya bersama Barcelona pada 2015 setelah mengalahkan Juventus 3-1 lewat era trio MSN: Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.

Trofi kedua datang bersama PSG musim lalu saat mereka menghancurkan Inter Milan 5-0 di final. Menariknya, kedua kemenangan Enrique di final Liga Champions diraih saat menghadapi klub Italia.

Kini, Enrique berpeluang meraih trofi ketiganya saat menghadapi klub Inggris, Arsenal. Jika berhasil juara, namanya akan sejajar dengan Guardiola, Zidane, dan Bob Paisley yang sama-sama mengoleksi tiga trofi Liga Champions sebagai pelatih.

Di atas mereka, masih ada Carlo Ancelotti yang menjadi pelatih tersukses sepanjang sejarah kompetisi dengan lima gelar Liga Champions.

Selain memburu trofi ketiga, Enrique juga mengejar rekor lain yang pernah dicapai Zidane, yakni menjuarai Liga Champions secara beruntun. Enrique sukses membawa PSG juara musim lalu, sehingga kemenangan di final musim ini akan membuatnya meraih back-to-back titles.

Sepanjang sejarah, hanya segelintir pelatih yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Nama-nama besar seperti Jose Villalonga, Helenio Herrera, Arrigo Sacchi, Bob Paisley, hingga Zidane masuk dalam daftar elite tersebut.

Zidane sendiri masih memegang rekor paling fenomenal dengan membawa Real Madrid juara Liga Champions tiga musim beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.

Kini, Luis Enrique punya kesempatan untuk semakin mendekati level para legenda tersebut. Jika PSG mampu menaklukkan Arsenal di Budapest, namanya akan semakin kuat tercatat dalam sejarah sepak bola Eropa.

Mungkin Anda Menyukai