Sudah Tersingkir dari Liga Champions, Barcelona Tetap Ajukan Protes ke UEFA

Barcelona kembali menjadi sorotan usai tersingkir dari perempat final Liga Champions UEFA oleh Atletico Madrid dengan agregat tipis 2-3. Kekalahan tersebut tak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga memicu polemik terkait kepemimpinan wasit sepanjang dua leg pertandingan.

Dalam beberapa hari terakhir, klub asal Catalan itu mengambil langkah resmi dengan mengajukan protes kepada UEFA. Ini menjadi kali kedua Barcelona melayangkan keluhan, menandakan adanya ketidakpuasan yang berulang terhadap keputusan di lapangan.

Sejumlah momen krusial dianggap merugikan tim, mulai dari kartu merah hingga keputusan VAR. Barcelona menilai insiden-insiden tersebut berdampak langsung terhadap jalannya pertandingan dan hasil akhir.


Barcelona Ajukan Keluhan Resmi

Barcelona kembali mengajukan keluhan resmi kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit dalam duel kontra Atletico Madrid. Protes ini mencakup berbagai keputusan kontroversial di dua leg pertandingan.

Presiden klub, Joan Laporta, secara terbuka mengkritik kinerja wasit dan VAR. Ia menyebut pengalaman yang dialami timnya sebagai sesuatu yang memalukan.

“Saya mengucapkan selamat kepada Atletico Madrid, tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa kepemimpinan wasit, baik di lapangan maupun VAR, adalah sebuah aib,” ujar Laporta.
“Di leg pertama kami tidak mendapat penalti yang jelas dan justru kehilangan pemain karena kartu merah yang seharusnya tidak terjadi.”


Daftar Insiden Kontroversial

Laporta merinci sejumlah keputusan yang dinilai merugikan Barcelona. Ia menyoroti beberapa insiden penting, termasuk:

  • Kartu merah yang dianggap terlalu berlebihan
  • Dugaan handball yang tidak ditinjau dengan tepat
  • Intervensi VAR yang dinilai tidak konsisten

Ia juga menyinggung beberapa kejadian di leg kedua yang dianggap krusial terhadap hasil pertandingan.

“Beberapa keputusan sangat merugikan kami. Bahkan ada momen di mana VAR mengubah keputusan yang seharusnya tidak perlu diintervensi,” lanjutnya.

Dalam pernyataan resmi, Barcelona menegaskan bahwa sejumlah keputusan tidak sesuai dengan Laws of the Game dan menunjukkan kurangnya intervensi VAR pada situasi penting.

Klub juga menilai akumulasi kesalahan tersebut berdampak langsung, tidak hanya secara teknis di lapangan, tetapi juga secara ekonomi.


Dorongan Perbaikan Sistem Wasit

Selain memprotes keputusan pertandingan, Barcelona juga mendorong adanya perbaikan dalam sistem perwasitan di Eropa.

Klub menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan UEFA demi meningkatkan kualitas, keadilan, dan transparansi dalam penerapan aturan permainan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Barcelona tidak hanya fokus pada kasus yang mereka alami, tetapi juga ingin mendorong perubahan yang lebih luas dalam sepak bola Eropa.

Mungkin Anda Menyukai