Bukan Sekadar Taktik, Ini Kunci Kehebatan Inter Milan Musim Ini

Inter Milan semakin dekat dengan gelar juara usai membungkam Cagliari di Giuseppe Meazza, Sabtu (18/4/2026) dini hari WIB. Kemenangan meyakinkan 3-0 ini kian memantapkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen Serie A.

Meski tampil dominan sejak awal, Inter sempat kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu di babak pertama. Kebuntuan akhirnya pecah usai jeda lewat gol tap-in Marcus Thuram, yang memanfaatkan assist ke-16 musim ini dari Federico Dimarco.

Nicolo Barella kemudian menggandakan keunggulan sebelum ditutup gol indah Piotr Zielinski di masa injury time. Pesta pun pecah di Giuseppe Meazza, seiring Scudetto yang semakin dekat ke genggaman.


Kunci: Kekompakan di Luar Lapangan

Performa apik Thuram belakangan ini tidak lepas dari suasana ruang ganti yang harmonis. Ia tercatat sudah mengemas empat gol dan dua assist dalam tiga laga terakhir.

Menurut Thuram, kekuatan Inter bukan hanya soal taktik, tetapi juga hubungan antar pemain yang sangat erat.

“Tidak ada yang berubah, ini hanya soal momen. Saya sedang dalam periode bagus dan itu berdampak pada tim,” ujar Thuram.
“Kami adalah skuad yang senang bermain dan menghabiskan waktu bersama. Kedekatan itu terlihat di lapangan.”


Belajar dari Kegagalan

Inter kini unggul sembilan poin di puncak klasemen. Situasi ini membuat aroma juara semakin terasa di kalangan fans.

Bagi Nicolo Barella, kesuksesan musim ini tak lepas dari pelajaran pahit musim lalu, saat mereka gagal meraih gelar.

“Saya berharap kami benar-benar bisa memenangkan Scudetto. Musim lalu sangat sulit, tetapi memberi banyak pelajaran,” ujar Barella.
“Sekarang saatnya kami menang.”

Ia juga menyoroti kerja keras dan komitmen tim sebagai fondasi utama kebangkitan Inter musim ini.


Dukungan untuk Josep Martinez

Laga ini juga menjadi momen emosional bagi kiper Josep Martinez yang kembali tampil sebagai starter setelah melalui masa sulit.

Ia sebelumnya mengalami kecelakaan yang berdampak pada kondisi mentalnya. Dukungan penuh dari rekan setim menjadi faktor penting dalam proses pemulihannya.

“Saya ingin memuji Josep Martinez. Tidak mudah baginya melewati situasi itu,” kata Barella.
“Kami selalu berusaha ada di sisinya, dan dia pantas mendapatkan momen ini.”


Kemenangan ini juga membuat Inter mencatatkan rekor impresif: 25 kemenangan dari 33 laga awal liga. Catatan tersebut menyamai pencapaian terbaik klub pada musim 1988/1989, 2006/2007, dan 2023/2024.

Dengan konsistensi yang terus terjaga, Inter kini hanya tinggal selangkah lagi menuju Scudetto.

Mungkin Anda Menyukai