Liverpool harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari perempat final Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain di Anfield memastikan langkah The Reds terhenti.
Hasil ini terasa semakin menyakitkan karena Liverpool gagal membalikkan agregat, setelah sebelumnya juga kalah 0-2 di Paris. Harapan bangkit di depan pendukung sendiri pun sirna.
Sorotan langsung mengarah kepada pelatih Arne Slot. Keputusannya memainkan Alexander Isak sebagai starter menjadi perdebatan, mengingat sang pemain baru pulih dari cedera panjang.
Hamann Pertanyakan Keputusan Slot
Mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut. Ia mengaku heran melihat Isak langsung dimainkan sejak menit awal.
Menurut Hamann, kondisi Isak yang baru pulih dari cedera patah fibula seharusnya menjadi pertimbangan utama. Ia menilai laga sebesar Liga Champions bukan tempat yang tepat untuk mengambil risiko.
“Jika seorang pemain absen tiga bulan lalu langsung menghadapi tim terbaik di Eropa, seharusnya ia memulai dari bangku cadangan,” ujar Hamann.
Isak sendiri diketahui baru kembali setelah absen sejak akhir Desember hingga awal April. Namun, Slot tetap mempercayainya tampil sebagai starter dalam laga krusial tersebut.
Alasan Slot Diragukan
Arne Slot sebenarnya telah memberikan penjelasan atas keputusannya. Ia mengaku khawatir Isak tidak memiliki cukup energi jika dimainkan sebagai pemain pengganti, terutama jika laga berlanjut ke babak tambahan.
Namun, alasan tersebut justru menuai keraguan. Hamann menilai pendekatan tersebut tidak lazim, apalagi di kompetisi sekelas Liga Champions.
“Saya selalu menghormati Slot, tetapi saya belum pernah mendengar pendekatan seperti itu—terutama di Liga Champions,” lanjutnya.
Warnock Ikut Menyindir
Kritik juga datang dari mantan pemain Liverpool lainnya, Stephen Warnock. Ia menyoroti minimnya kontribusi Isak sepanjang babak pertama.
Warnock bahkan menilai Cody Gakpo memberikan dampak lebih besar hanya dalam waktu singkat setelah masuk sebagai pemain pengganti.
“Gakpo melakukan lebih banyak dalam lima menit pertama dibandingkan Isak sepanjang babak pertama,” ujarnya.
Komentar tersebut semakin menegaskan bahwa keputusan memainkan Isak sejak awal merupakan langkah berisiko tinggi, terutama dalam laga krusial di mana Liverpool membutuhkan performa terbaik untuk membalikkan keadaan.
