PSIM Yogyakarta menjadi tim dengan jumlah hasil imbang terbanyak di BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram telah mengoleksi 11 hasil seri dari 27 pertandingan musim ini.
Catatan tersebut menempatkan mereka sebagai “raja imbang” di liga. Di bawah PSIM, PSM Makassar menyusul dengan 10 hasil seri.
Secara performa, tim asuhan Jean-Paul van Gastel sebenarnya cukup kompetitif. Mereka mencatat sembilan kemenangan dan tujuh kekalahan, namun terlalu sering gagal mengamankan tiga poin.
Akibatnya, PSIM tertahan di papan tengah klasemen. Saat ini, mereka berada di posisi kesembilan dengan raihan 38 poin.
Mandul di Depan Gawang
Masalah utama PSIM terletak pada efektivitas di lini depan. Ketidakmampuan mencetak gol tambahan atau mempertahankan keunggulan membuat mereka kerap harus puas dengan hasil imbang.
Van Gastel mengakui bahwa timnya kehilangan banyak poin akibat persoalan ini.
“Kami memiliki kekurangan dalam mencetak gol. Jika hasil imbang itu bisa kami ubah menjadi kemenangan, situasinya akan sangat berbeda,” ujarnya.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Mereka dituntut menemukan solusi agar dominasi di lapangan bisa berujung pada gol penentu.
Grafik Menurun di Putaran Kedua
Performa PSIM mengalami penurunan di paruh kedua musim. Tren positif yang sempat terlihat di putaran pertama mulai memudar dalam beberapa pekan terakhir.
Dari 10 laga di putaran kedua, PSIM hanya meraih satu kemenangan. Sisanya, mereka mencatat lima hasil imbang dan empat kekalahan.
“Di paruh pertama kami tampil sangat baik. Di paruh kedua, permainan kami sebenarnya masih cukup bagus, hanya hasilnya yang menurun,” kata Van Gastel.
Meski demikian, sang pelatih tetap optimistis timnya masih berada di jalur yang tepat.
Misi Bangkit di Laga Tandang
Secara statistik, PSIM memiliki keseimbangan antara lini serang dan pertahanan. Mereka telah mencetak 36 gol dan kebobolan 35 kali hingga pekan ke-27.
Ze Valente menjadi motor serangan tim. Gelandang asal Portugal itu memimpin daftar top skor klub dengan sembilan gol dan empat assist.
Kini, fokus PSIM adalah meraih kemenangan saat menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-28 di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung.
Tiga poin menjadi target wajib untuk memutus tren negatif dalam empat laga terakhir. Laga ini juga menjadi ujian mental sekaligus momentum bagi Laskar Mataram untuk kembali ke jalur kemenangan.
