Federico Barba Tegaskan 7 Laga Sisa Persib Adalah Final: Tak Boleh Ada Kesalahan

Persib Bandung berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar BRI Super League 2025/2026. Namun, tekanan justru semakin besar seiring mendekatnya akhir musim.

Maung Bandung saat ini memimpin klasemen dengan 64 poin, unggul empat angka dari Borneo FC Samarinda di posisi kedua. Selisih tersebut membuat setiap pertandingan tersisa menjadi sangat krusial.

Kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar pada peluang juara. Dalam situasi ini, Federico Barba tampil sebagai sosok penting di lini belakang sekaligus pemimpin tim.


Semua Laga Adalah Final

Barba menegaskan bahwa tujuh pertandingan tersisa harus diperlakukan layaknya laga final. Ia menuntut seluruh pemain menjaga fokus dan mentalitas hingga akhir musim.

“Kami sudah memainkan banyak pertandingan, dan sekarang semuanya adalah final. Kami bermain untuk tujuan besar dan harus tetap tangguh sampai akhir,” ujar Barba.

Pernyataan tersebut menunjukkan kesadaran penuh skuad Persib terhadap situasi yang mereka hadapi. Mereka tak ingin kehilangan momentum yang sudah dibangun sepanjang musim.

Barba juga menyoroti pentingnya lini pertahanan. Ia berharap tim mampu tampil solid dan meminimalkan kebobolan.

“Kami harus kembali tanpa kebobolan dan mencoba menciptakan sejarah, meski itu tidak akan mudah,” tambahnya.


Konsistensi Jadi Kunci

Selain aspek mental, Barba menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama tim. Menurutnya, kekompakan menjadi fondasi utama untuk menjaga konsistensi performa.

“Kami banyak berlatih bersama, berkomunikasi, dan berharap kemenangan bisa terus berlanjut,” katanya.

Ia kembali menegaskan target tim: menyapu bersih kemenangan di sisa laga demi mengunci gelar.

“Sekarang semua pertandingan adalah final. Kami butuh tiga poin di setiap laga. Kami sedang memimpin klasemen dan itu yang harus kami jaga,” tegasnya.


Ujian Berat di Depan

Persib masih akan menghadapi sejumlah laga sulit dalam tujuh pertandingan tersisa. Tantangan terdekat adalah laga tandang melawan Dewa United FC pada 20 April 2026.

Setelah itu, mereka juga dijadwalkan menghadapi Arema FC dan Bhayangkara FC—dua tim yang berpotensi menyulitkan.

Dengan tekanan yang semakin besar, konsistensi dan mental juara akan menjadi penentu apakah Persib mampu mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim.

Mungkin Anda Menyukai