Manchester City memastikan langkah ke final FA Cup setelah menang dramatis 2-1 atas Southampton di Wembley Stadium. Gol penentu di menit-menit akhir menjadi kunci kemenangan tim asuhan Josep Guardiola.
City sempat tertinggal lebih dulu sebelum berhasil membalikkan keadaan. Hasil ini membawa mereka ke final FA Cup untuk keempat kalinya secara beruntun.
Sebelumnya, Manchester City telah mengamankan gelar Carabao Cup musim ini. Kini, mereka hanya berjarak satu pertandingan lagi dari trofi FA Cup, sekaligus menjaga peluang meraih treble domestik.
Di partai final, City akan menghadapi pemenang antara Chelsea atau Leeds United. Laga puncak dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei mendatang di London.
Kemenangan ini juga mempertegas dominasi City atas tim non-Premier League di kompetisi tersebut. Mereka kembali menjadi favorit kuat untuk mengangkat trofi.
Start Lambat, Permainan Belum Stabil
Pep Guardiola melakukan delapan perubahan dalam susunan pemain dibanding laga sebelumnya melawan Burnley. Rotasi besar tersebut membuat permainan City tidak langsung menemukan ritme.
Sepanjang babak pertama, City memang mendominasi penguasaan bola hingga 70 persen. Namun, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih karena serangan kerap terhenti di area krusial.
Southampton sempat mencetak gol melalui Leo Scienza, tetapi dianulir karena offside. Di sisi lain, peluang Omar Marmoush masih mampu diamankan kiper Daniel Peretz.
Drama 15 Menit Terakhir
Pertandingan memasuki fase krusial pada 15 menit akhir. Southampton sempat mengejutkan dengan gol Finn Azaz lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit. Jeremy Doku langsung membalas melalui tembakan yang berbelok arah dan mengecoh penjaga gawang.
Saat laga tampak akan berlanjut ke perpanjangan waktu, Nico Gonzalez tampil sebagai pahlawan. Ia melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Peretz, memastikan kemenangan City.
Dominan, tapi Finishing Masih Jadi Catatan
Manchester City mencatatkan 26 tembakan sepanjang pertandingan. Meski dominan, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah karena gol baru tercipta di menit-menit akhir.
Rekor Guardiola di FA Cup tetap impresif, dengan delapan semifinal beruntun yang semuanya berujung kelolosan ke final. Ia kini memburu gelar ketiganya setelah sukses pada 2019 dan 2023.
Erling Haaland masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, tetapi belum mampu mencatatkan gol maupun assist dalam 15 penampilan di semifinal atau final bersama City.
Meski performa belum sepenuhnya optimal, hasil akhir tetap menjadi hal utama di fase ini. Manchester City kini hanya selangkah lagi untuk menjaga ambisi treble tetap hidup.
