Persib Bandung gagal memanfaatkan laga kandang untuk mengamankan tiga poin setelah ditahan Arema FC tanpa gol. Hasil ini menjadi pukulan bagi Maung Bandung yang tengah bersaing ketat di papan atas klasemen BRI Super League 2025/2026.
Tambahan satu poin membuat Persib kini mengoleksi 66 poin hingga pekan ke-29. Namun, posisi mereka di puncak klasemen mulai terancam karena jarak dengan para pesaing semakin menipis.
Baca Juga: BRI Super League: Madura United Terpuruk Usai Dikalahkan Dewa United, Persaingan Degradasi Makin Panas
Borneo FC yang berada di posisi kedua kini hanya berjarak tiga poin. Situasi ini membuat persaingan menuju gelar juara semakin ketat menjelang akhir musim.
Apalagi, Pesut Etam berpeluang menyamai poin Persib jika mampu mengalahkan Semen Padang pada laga Sabtu (25/4/2026). Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap skuad asuhan Bojan Hodak semakin besar.
Fokus Hadapi Bhayangkara FC
Persib kini dituntut segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Laga melawan Bhayangkara FC menjadi ujian penting yang tidak boleh dilewati tanpa hasil maksimal.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menegaskan bahwa Bhayangkara FC bukan lawan yang mudah. Tim tersebut sedang dalam performa positif dan mampu mengalahkan tim-tim besar.
“Persib harus tetap fokus. Setelah ini mereka akan menghadapi Bhayangkara FC yang berada di papan atas. Ini tidak akan mudah,” ujar Ronny Pangemanan.
“Bhayangkara baru saja mengalahkan Persija dan sedang dalam tren bagus. Jadi Persib harus bekerja ekstra keras,” tambahnya.
Laga Krusial Penentu Gelar
Selain Bhayangkara FC, Persib juga masih harus menghadapi lawan berat seperti PSM Makassar dan Persija Jakarta. Rangkaian pertandingan ini diprediksi menjadi penentu dalam perebutan gelar juara musim ini.
Ronny menilai Bojan Hodak harus menurunkan komposisi terbaik sejak laga terdekat. Setiap pertandingan kini memiliki dampak besar terhadap posisi akhir klasemen.
“Bojan Hodak harus menyiapkan tim terbaik untuk Bhayangkara. Setelah itu ada PSM dan Persija, yang semuanya pertandingan besar,” ucapnya.
“Persib harus mengamankan tiga poin di setiap laga. Kalau sampai imbang atau kalah, itu sangat berbahaya,” tegasnya.
Ronny juga mengingatkan bahwa Borneo FC masih bisa terus menekan hingga akhir musim. Namun, Persib masih memiliki keuntungan head-to-head jika poin akhir sama.
“Kalau poin sama di akhir musim, Persib tetap unggul karena head-to-head. Tapi syaratnya mereka tidak boleh kehilangan poin lagi,” katanya.
“Sayang memang gagal menang lawan Arema. Tapi kompetisi belum selesai. Persib harus segera move on dan fokus ke laga berikutnya,” pungkasnya.
