Gelandang bertahan Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, tengah menikmati periode positif dalam kariernya di Belgia bersama Lommel SK. Meski bukan klub papan atas seperti Genk, Club Brugge, atau Anderlecht, kiprah Pelupessy tetap menunjukkan kualitas dan konsistensi.
Lahir di Almelo, Belanda, 32 tahun silam, Pelupessy menghabiskan sebagian besar kariernya di Negeri Kincir Angin. Ia merupakan lulusan akademi FC Twente dan sempat memperkuat Heracles Almelo serta Groningen.
Pengalamannya juga sempat membawanya bermain di luar Belanda bersama Giresunspor (Turki) dan Sheffield Wednesday (Inggris). Pada Januari 2025, ia bergabung dengan Lommel SK dengan status bebas transfer dari Groningen.
Musim pertamanya di Belgia berjalan cukup menantang. Pelupessy tampil dalam 12 pertandingan dengan satu assist, sementara Lommel SK finis di papan bawah dan bertahan di kasta kedua.
Andalan di Lini Tengah
Memasuki musim 2025/2026, peran Joey Pelupessy semakin signifikan. Pelatih Lee Johnson mulai mengandalkannya sebagai penjaga keseimbangan di lini tengah.
Meski tidak selalu menjadi starter, Pelupessy tetap memiliki kontribusi besar. Ia tampil dalam 28 pertandingan di Challenger Pro League dengan catatan tiga gol.
Gelandang berdarah Maluku tersebut mencatat 17 kali sebagai starter dengan total 1.601 menit bermain. Ia juga menunjukkan disiplin tinggi dengan hanya menerima satu kartu kuning sepanjang musim.
Rata-rata penilaian performanya berada di angka 6,70 per laga—cukup solid untuk pemain dengan peran defensif. Bersama Lautaro Lopez, ia menjadi kunci stabilitas lini tengah Lommel.
Performa tim yang sempat naik-turun perlahan membaik di fase akhir musim. Lommel pun berhasil menembus babak play-off promosi setelah finis di posisi kelima klasemen reguler.
Selangkah Lagi Menuju Promosi
Lommel SK tampil meyakinkan di semifinal play-off promosi. Mereka meraih kemenangan telak 3-0 atas FC Liege pada leg pertama di Soeverein Stadion.
Gol kemenangan dicetak oleh Lucas Schoofs, Jason van Duiven, dan Sam de Grand. Hasil ini menjadi modal berharga jelang leg kedua.
Dalam laga tersebut, Pelupessy tampil penuh selama 90 menit. Ia mencatat 69 sentuhan bola dengan akurasi umpan mencapai 95 persen.
Selain itu, ia juga mencatatkan kontribusi defensif berupa tujuh aksi bertahan, satu intersep, dan delapan recoveries. Performa ini menegaskan perannya sebagai jangkar lini tengah.
Jika mampu mempertahankan keunggulan, Lommel akan melaju ke final play-off dan menghadapi pemenang antara Patro Eisden atau Beerschot.
Kontribusi untuk Timnas Indonesia
Joey Pelupessy memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ayahnya yang berasal dari Maluku Tengah. Ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025 setelah menjalani proses naturalisasi di Roma, Italia.
Debutnya bersama Timnas Indonesia terjadi saat menghadapi Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Saat itu, Indonesia menang 1-0 lewat gol Ole Romeny.
Sejak saat itu, Pelupessy telah mencatatkan delapan caps dengan total 618 menit bermain. Ia terus menjadi opsi penting di lini tengah tim nasional.
