Fakta Baru Jay Idzes tentang Akar Indonesia: Kakek dari Semarang, Nenek Berdarah Tionghoa

Meski lahir dan besar di Belanda, Jay Idzes memiliki ikatan emosional yang kuat dengan akar Indonesia yang mengalir dalam darahnya.

Kapten Timnas Indonesia itu mengungkapkan bahwa kakeknya berasal dari Semarang, sementara neneknya lahir di Jakarta. Fakta ini semakin menegaskan kedekatannya dengan Indonesia, meski tidak tumbuh di Tanah Air.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Yukka Harlanda, pemain Sassuolo tersebut mengungkapkan keinginannya untuk bisa berbincang dengan leluhurnya, terutama untuk memahami perjalanan hidup mereka.

“Saya ingin bertemu seseorang dari leluhur saya. Banyak orang mungkin memilih tokoh terkenal, tapi saya ingin tahu bagaimana mereka hidup dan apa yang bisa saya pelajari dari mereka,” ujar Jay Idzes.

Ia menegaskan bahwa keberadaannya saat ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulunya.

“Kita bisa berada di sini karena leluhur kita. Kita harus memberikan mereka rasa hormat yang besar,” lanjutnya.


Kedekatan dengan Sang Nenek

Jay Idzes mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan neneknya. Bahkan, ia sempat tinggal bersama sang nenek saat kecil.

Ia juga menceritakan bagaimana kedua kakek-neneknya pindah ke Belanda sekitar 60 tahun lalu demi mencari kehidupan yang lebih baik.

“Saya sangat dekat dengan nenek saya. Mereka datang ke Belanda sekitar 60 tahun lalu untuk masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menariknya, Jay juga mengungkap fakta bahwa neneknya memiliki darah Tionghoa, meski lahir di Indonesia.

“Nenek saya lahir di Indonesia, tapi dia keturunan China. Tidak banyak yang tahu. Kalau ditanya, saya tetap bilang saya orang Indonesia, tapi sebenarnya nenek saya berdarah China,” jelasnya.


Kebanggaan pada Leluhur

Jay Idzes mengaku sangat bangga dengan perjuangan leluhurnya. Ia menyadari bahwa perjalanan hidup mereka menjadi fondasi bagi kehidupannya saat ini.

Ia bahkan menyebut ingin berbicara dengan kakeknya, yang telah meninggal beberapa bulan lalu.

“Saya sering berpikir tentang apa yang mereka lalui demi masa depan keluarga. Saya sangat menghormati itu,” tuturnya.

“Kalau bisa, saya ingin berbicara dengan kakek saya. Dia baru saja meninggal beberapa bulan lalu. Kadang kita merasa seharusnya bisa berbicara lebih banyak saat mereka masih ada,” lanjutnya.


Minim Koneksi di Semarang

Meski memiliki akar dari Semarang, Jay Idzes mengaku tidak memiliki banyak koneksi keluarga di sana saat ini.

“Saya tidak terlalu tahu banyak, karena saya sudah tidak punya keluarga di sana,” tutupnya.


Kisah ini menunjukkan bahwa bagi Jay Idzes, identitas bukan sekadar tempat lahir, tetapi juga tentang menghargai perjalanan dan warisan leluhur yang membentuk dirinya hingga saat ini.

Mungkin Anda Menyukai