Kylian Mbappe dan Thibaut Courtois Bisa “Selamatkan” Musim Real Madrid

Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling berat bagi Real Madrid. Satu per satu peluang meraih trofi utama mulai lepas dari genggaman mereka.

Copa del Rey, Liga Champions, hingga peluang juara La Liga kian menjauh. Meski secara matematis masih bertahan dalam persaingan, selisih poin yang cukup jauh dari Barcelona membuat peluang mereka semakin tipis.

Namun, di tengah situasi yang kurang ideal, masih ada harapan melalui pencapaian individu para pemain bintang mereka.

Mbappe dan Perburuan Pichichi

Kylian Mbappe menjadi salah satu titik terang Real Madrid musim ini. Penyerang asal Prancis tersebut masih bersaing ketat dalam perebutan trofi Pichichi.

Sejauh ini, Mbappe telah mengoleksi 23 gol di La Liga. Ia dibayangi oleh Vedat Muriqi yang mengumpulkan 21 gol, membuat persaingan top skor tetap terbuka.

Tak hanya itu, Mbappe juga mengejar rekor pribadi. Dalam dua musim terakhir, ia konsisten mencetak 44 gol di semua kompetisi. Musim ini, ia sudah mengoleksi 40 gol.

Jika mampu melampaui catatan tersebut, Mbappe akan semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling berpengaruh di Eropa.

Courtois Incar Trofi Zamora

Di sektor pertahanan, Thibaut Courtois juga berpeluang meraih penghargaan individu. Kiper asal Belgia tersebut tengah memimpin perburuan trofi Zamora, yang diberikan kepada penjaga gawang dengan rasio kebobolan terbaik di La Liga.

Meski sempat mengalami cedera, Courtois mencatat rata-rata kebobolan 0,86 gol per pertandingan, dengan total 24 gol dalam 28 laga.

Pesaing terdekatnya, Joan Garcia, belum memenuhi syarat jumlah pertandingan. Sementara itu, David Soria yang berada di posisi berikutnya memiliki rasio kebobolan yang lebih tinggi.

Dengan kondisi tersebut, peluang Courtois untuk meraih trofi Zamora masih terbuka lebar.

Peluang Catat Sejarah

Jika Mbappe berhasil meraih Pichichi dan Courtois memenangkan Zamora, Real Madrid berpeluang mencatat pencapaian langka.

Terakhir kali Los Blancos meraih kombinasi dua penghargaan tersebut terjadi pada musim 1987/1988, melalui Hugo Sanchez dan Paco Buyo.

Di tengah musim yang mengecewakan secara kolektif, prestasi individu ini bisa menjadi “penyelamat” sekaligus penutup yang lebih manis bagi Real Madrid.

Mungkin Anda Menyukai