Jakarta – Fabio Capello memberikan analisis tajam terhadap performa AC Milan setelah kekalahan dari Udinese. Ia menilai tim mengalami masalah serius yang tidak hanya soal taktik.
Milan harus menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Udinese di San Siro. Hasil tersebut membuat posisi mereka dalam perebutan tiket Liga Champions semakin terancam.
Dua laga sebelumnya, Milan sempat memiliki keunggulan sembilan poin dari pesaing. Kini jarak tersebut menyusut menjadi lima poin dan berpotensi semakin menipis.
Capello yang menyaksikan langsung pertandingan tersebut melihat bagaimana tim asuhan Massimiliano Allegri kesulitan sepanjang laga.
Ia menegaskan bahwa perubahan formasi bukanlah penyebab utama kekalahan. Menurutnya, masalah utama justru terletak pada ritme permainan yang kalah cepat dari lawan.
Capello menilai Udinese tampil jauh lebih agresif dan intens. Hal itu membuat Milan kesulitan mengimbangi permainan sejak awal hingga akhir pertandingan.
“Tidak, mari kita kesampingkan formasi. Masalahnya, jika ada, adalah tempo permainan. Udinese satu setengah kali lebih cepat,” ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
“Mereka memenangkan semua duel, menyerang dan melakukan serangan balik dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan Rossoneri. Jadi, Anda bisa memainkan taktik apa pun, tetapi tetap akan kalah,” tegasnya.
Selain itu, Capello juga mempertanyakan penurunan performa Milan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai kondisi tersebut sulit dibenarkan mengingat jadwal tim tidak terlalu padat.
Menurutnya, Milan seharusnya memiliki keuntungan karena tidak banyak bermain di kompetisi lain. Namun, performa justru mengalami penurunan signifikan.
“Dengan catatan bahwa Udinese bermain sangat baik dan merupakan tim yang sulit dihadapi, penurunan Milan tidak bisa dibenarkan,” kata Capello.
“Dalam musim tanpa kompetisi tambahan, dengan tersingkir lebih awal dari Coppa Italia, saya berpikir bahwa semuanya berawal dari pikiran, bukan dari kaki,” lanjutnya.
Capello pun menyoroti faktor mental sebagai akar permasalahan. Ia menduga ada dampak psikologis setelah Milan tersingkir dari persaingan gelar.
Selain itu, ia juga melihat kemungkinan para pemain merasa terlalu nyaman dengan posisi mereka di klasemen, sehingga performa menurun.
“Mungkin para pemain Rossoneri merasakan dampak dari tersingkirnya mereka dalam perburuan Scudetto setelah kekalahan di Napoli,” ujar Capello.
“Atau mungkin mereka merasa berada di posisi aman karena tiket Liga Champions tampak sudah di tangan,” tutup Capello.
