Semen Padang menghadapi situasi genting di pengujung BRI Super League 2025/2026. Kekalahan terbaru membuat posisi tim berjuluk Kabau Sirah semakin terjepit di papan bawah klasemen.
Tim yang diayomi Andre Rosiade itu takluk 0-1 dari Madura United pada pekan ke-30. Bermain di Stadion H. Agus Salim, satu-satunya gol dicetak oleh Junior Brandao pada menit ke-15.
Hasil tersebut menegaskan rapuhnya konsistensi Semen Padang sepanjang musim. Mereka kini terpuruk di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin dari 30 pertandingan.
Ancaman degradasi pun semakin nyata—bahkan bisa dipastikan dalam waktu dekat.
Kekalahan Krusial dan Jarak yang Melebar
Kekalahan dari Madura United bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga memperlebar jarak menjadi sembilan angka dari batas aman klasemen.
Dengan empat laga tersisa, situasi Semen Padang kian sulit. Mereka tidak hanya wajib meraih kemenangan, tetapi juga harus berharap tim pesaing kehilangan poin.
Masalah semakin kompleks karena rekor pertemuan. Dalam kondisi poin sama, Semen Padang kalah head-to-head dari Madura United—faktor yang bisa menjadi penentu akhir klasemen.
Artinya, peluang keluar dari zona degradasi kini semakin tipis dan penuh ketergantungan pada hasil tim lain.
Pekan ke-31 Bisa Jadi Akhir Segalanya
Nasib Semen Padang bisa ditentukan pada pekan ke-31. Mereka akan bertandang ke markas Dewa United pada Minggu (3/5) malam WIB.
Skenario pertama cukup jelas: jika kalah, maka poin maksimal Semen Padang hanya 29—tidak cukup untuk melampaui Madura United. Artinya, mereka langsung dipastikan terdegradasi.
Namun, bahkan jika mampu meraih poin, nasib mereka tetap belum aman.
Semen Padang masih harus bergantung pada hasil laga Madura United melawan Bali United. Jika Madura United menang, maka Semen Padang tetap dipastikan turun kasta.
Situasi ini menunjukkan bahwa peluang bertahan kini berada di ambang batas paling tipis.
Dengan tekanan tinggi dan margin kesalahan yang nyaris nol, Kabau Sirah harus menghadapi kenyataan pahit. Pekan ke-31 berpotensi menjadi penutup perjalanan mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
