PSBS Biak berada dalam situasi paling kritis sepanjang musim BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Badai Pasifik itu terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 18 poin dari 30 pertandingan.
Kondisi semakin memburuk usai kekalahan telak pada pekan ke-30. Bermain di Stadion Maguwoharjo, PSBS dipermalukan Malut United dengan skor mencolok 0-7.
Hasil tersebut menjadi kekalahan terbesar PSBS musim ini. Lebih dari sekadar skor, performa tim menunjukkan penurunan signifikan, baik dari segi mental maupun organisasi permainan.
Kini, ancaman degradasi bukan lagi sekadar kemungkinan—melainkan tinggal menunggu waktu.
Skenario Degradasi Kian Nyata
Secara matematis, peluang PSBS untuk bertahan di kasta tertinggi sangat tipis. Mereka tertinggal 11 poin dari Madura United yang berada di batas aman.
Dengan empat laga tersisa, PSBS maksimal hanya bisa mengumpulkan 30 poin—itu pun jika mampu menyapu bersih seluruh pertandingan.
Masalahnya, tren performa justru menunjukkan arah sebaliknya. PSBS tercatat menelan delapan kekalahan beruntun, mencerminkan krisis kepercayaan diri yang serius.
Dalam situasi seperti ini, peluang bertahan lebih menyerupai harapan akan keajaiban daripada perhitungan realistis.
Laga Penentuan di Surabaya
Nasib PSBS bisa ditentukan lebih cepat pada Sabtu, 2 Mei 2026. Mereka akan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Jika kalah dalam laga tersebut, maka poin maksimal PSBS hanya akan mencapai 27 angka. Jumlah itu tidak cukup untuk melampaui Madura United yang sudah mengoleksi 29 poin.
Artinya, PSBS bisa dipastikan terdegradasi tanpa harus menunggu hasil tim lain. Mereka bahkan berpotensi turun kasta sebelum musim benar-benar berakhir.
Dengan sisa jadwal yang juga berat—menghadapi Dewa United, Arema FC, dan Bhayangkara FC—tekanan semakin besar.
PSBS kini berada di titik di mana degradasi tampak hampir tak terelakkan—tinggal menunggu kapan kepastian itu datang.
