Pelatih Bali United Asal Belanda Ditanya soal Passporgate, Johnny Jansen Jawab Hati-Hati

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, angkat bicara terkait polemik passporgate di Belanda yang sempat menyeret sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia. Namun, ia memilih memberikan tanggapan secara hati-hati.

Jansen menegaskan bahwa isu tersebut bukan ranahnya sebagai pelatih. Ia juga mengaku tidak memiliki banyak komentar terkait persoalan tersebut.

“Ya, saya tidak tahu harus berkata apa soal itu. Itu bukan masalah saya,” ujar Jansen kepada wartawan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Bali United kalah 2-3 dari Persib Bandung pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (12/4).


Soroti Pentingnya Regulasi

Meski enggan membahas terlalu jauh, Jansen tetap menyinggung pentingnya regulasi yang jelas dalam menangani persoalan seperti passporgate.

Menurut pelatih asal Belanda itu, aturan seharusnya sudah disiapkan dengan matang sejak awal, bukan baru dibahas setelah masalah muncul.

“Saya pikir mereka seharusnya membuat aturan yang baik terkait hal tersebut,” kata Jansen.

“Sekarang kita baru membahasnya setelah terjadi, padahal seharusnya diperbaiki sebelum itu terjadi,” lanjutnya.


Harapan untuk Perbaikan ke Depan

Jansen menekankan bahwa hal terpenting adalah langkah perbaikan ke depan. Ia berharap ada solusi konkret agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana ke depan hal ini bisa diperbaiki,” ujarnya.


Awal Mula Kasus Passporgate

Kontroversi passporgate bermula dari laporan yang diajukan NAC Breda setelah kekalahan 0-6 dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026.

Dalam laporan tersebut, NAC Breda mempertanyakan status Dean James sebagai pemain non-Uni Eropa. Hal ini berkaitan dengan regulasi pemain asing yang berlaku di kompetisi Belanda.

Kasus ini kemudian menyeret sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia lainnya, termasuk Tim Geypens, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On.


Kini Sudah Terselesaikan

Keempat pemain tersebut telah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia, sehingga tidak lagi masuk dalam kuota pemain Uni Eropa di Belanda.

Mereka juga sempat dikaitkan dengan aturan izin tinggal serta standar gaji minimum yang cukup tinggi di kompetisi Belanda.

Namun, perkembangan terbaru menyebutkan bahwa para pemain tersebut telah terbebas dari jeratan kasus passporgate. Situasi yang sempat menimbulkan polemik itu kini telah mereda.


Mungkin Anda Menyukai