Striker Bali United, Jens Raven, tak mampu menahan emosinya saat menerima panggilan pertamanya ke Timnas Indonesia. Dalam wawancara dengan media Belanda, AD, pemain berusia 20 tahun itu mengaku sampai menitikkan air mata.
Bagi Raven, momen tersebut bukan sekadar panggilan tim nasional, melainkan impian masa kecil yang akhirnya terwujud.
“Saya sampai menitikkan air mata. Ini benar-benar mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan,” ujar Raven.
Perjalanan kariernya menuju titik ini terbilang cepat. Ia baru saja bergabung dengan Bali United pada musim ini setelah melalui proses negosiasi singkat.
Raven mengungkapkan bahwa kepindahannya berlangsung sangat cepat—hanya dalam waktu sekitar satu pekan, ia sudah menandatangani kontrak di Jakarta.
“Itu seperti roller coaster. Dalam satu minggu negosiasi, saya menandatangani kontrak di Jakarta dan hidup saya langsung berpindah ke belahan dunia lain,” tuturnya.
Adaptasi dan Tantangan Baru
Kepindahan ke Indonesia membuat Raven harus meninggalkan lingkungan yang selama ini ia kenal. Jarak dengan keluarga serta perbedaan waktu menjadi tantangan tersendiri.
“Saya meninggalkan lingkungan yang sudah terbiasa bagi saya. Orang-orang yang saya sayangi tidak lagi bisa saya temui, dan perbedaan waktu juga cukup berpengaruh,” ungkapnya.
Perjalanan Karier dari Belanda
Raven memulai karier sepak bolanya di DWO Zoetermeer sebelum pindah ke SV Nootdorp pada usia 15 tahun. Ia bahkan sudah menjalani debut di tim utama saat berusia 16 tahun.
Setelah dua tahun, ia melanjutkan perjalanan ke akademi FC Dordrecht. Di sana, ia merasakan pengalaman penting, termasuk tampil di final melawan Feyenoord U-21.
“Itu seperti mimpi bisa bermain melawan tim-tim profesional. Final melawan Feyenoord U-21 menjadi momen puncak, meski kami kalah lewat adu penalti,” kenangnya.
Momen Tak Terlupakan Dipanggil Timnas
Performa impresifnya di level klub membuka jalan ke Timnas Indonesia U-20, lalu berlanjut ke U-23 hingga akhirnya mendapat panggilan ke tim senior.
Raven mengaku momen pemanggilan itu datang secara tiba-tiba dan membuatnya sangat emosional.
“Saya sedang duduk, lalu tiba-tiba mendapat pesan undangan. Saya tidak tahu harus bagaimana, saya sangat senang dan langsung menghubungi keluarga,” katanya.
Ia pun bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Kalau kesempatan seperti itu datang, Anda harus mengambilnya. Saya tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Saya hanya ingin mendapatkan kesempatan bermain dan akan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tutup Raven.
