Manchester United harus menelan pil pahit saat menjamu Leeds United di Old Trafford, Selasa (14/4/2026) dini hari WIB. Setan Merah kalah 1-2 dalam laga penuh tensi.
Hasil ini menjadi kekalahan kandang pertama bagi Michael Carrick sejak menangani tim. Selain itu, kekalahan ini juga memutus tren positif MU dalam beberapa pekan terakhir.
Leeds tampil efektif lewat dua gol Noah Okafor di babak pertama. Sementara MU hanya mampu membalas melalui gol Casemiro di paruh kedua.
Sorotan utama laga ini jatuh pada kartu merah Lisandro Martinez yang memaksa tuan rumah bermain dengan 10 orang di sisa pertandingan.
Akhir Penantian 45 Tahun Leeds
Kemenangan ini terasa spesial bagi Leeds. Untuk pertama kalinya sejak 1981, mereka akhirnya mampu meraih kemenangan liga di Old Trafford.
Hasil tersebut menjadi suntikan moral besar bagi tim asuhan Daniel Farke. Dengan tambahan tiga poin, Leeds kini unggul enam angka dari zona degradasi dengan enam laga tersisa.
Performa disiplin dan efektif menjadi kunci keberhasilan mereka meredam tekanan tuan rumah sepanjang laga.
Leeds kini mengalihkan fokus ke semifinal FA Cup melawan Chelsea di Wembley Stadium pada 26 April mendatang, dengan kepercayaan diri tinggi.
Carrick Murka Soal Kartu Merah
Usai pertandingan, Carrick meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit Paul Tierney.
Ia menilai kartu merah untuk Martinez tidak masuk akal dan sangat merugikan timnya.
Insiden terjadi saat Martinez berduel dengan Dominic Calvert-Lewin. Bek asal Argentina itu dianggap menarik rambut sang striker, yang kemudian berujung kartu merah setelah tinjauan VAR.
Carrick punya pandangan berbeda.
“Dua pertandingan beruntun kami mendapat keputusan seperti itu, dan yang ini salah satu yang terburuk yang pernah saya lihat.”
“Licha kehilangan keseimbangan dan hanya menyentuh rambutnya. Itu bukan tarikan agresif, tapi dia langsung diusir. Keputusan yang sangat mengejutkan,” tegas Carrick.
Perjuangan 10 Pemain MU
Meski harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua, Manchester United tetap menunjukkan semangat juang tinggi.
Mereka terus menekan untuk mencari gol penyeimbang, meski pada akhirnya gagal menghindari kekalahan di kandang sendiri.
Carrick tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya, namun mengakui performa tim belum maksimal sejak awal laga.
“Para pemain sudah memberikan segalanya. Kami tahu kami bisa tampil lebih baik dan kami akan mengevaluasi ini.”
“Kami tidak memulai laga dengan baik, tidak punya ritme yang tepat. Baru di babak kedua kami menunjukkan reaksi, meski dalam situasi sulit,” tambahnya.
