AC Milan tengah menghadapi situasi pelik terkait kondisi salah satu pemain veteran mereka, Luka Modrić. Gelandang asal Kroasia itu sebelumnya diperkirakan tidak akan lagi tampil hingga akhir musim Serie A 2025-2026 setelah mengalami cedera serius pada bagian tulang pipi.
Cedera tersebut terjadi usai benturan keras dengan pemain Juventus, Manuel Locatelli pada 26 April lalu. Insiden itu membuat Modrić harus mendapatkan penanganan medis intensif, bahkan disebut membutuhkan tindakan operasi untuk mempercepat pemulihan.
Awalnya, pihak medis menyarankan agar sang gelandang lebih fokus menjalani pemulihan total demi menjaga kondisi jangka panjangnya. Rencana tersebut juga berkaitan dengan persiapan Modrić untuk memperkuat Timnas Kroasia di ajang besar seperti Piala Dunia FIFA 2026. Dengan mempertimbangkan usia dan riwayat cedera, pemulihan penuh dianggap sebagai langkah paling aman.
Namun, situasi di AC Milan membuat proses tersebut tidak berjalan mulus. Klub dilaporkan membutuhkan kehadiran Modrić dalam momen krusial di sisa kompetisi, sehingga tekanan untuk kembali bermain lebih cepat mulai muncul. Kondisi ini membuat sang pemain berada dalam dilema antara menjaga kesehatan jangka panjang atau membantu tim di fase penting musim ini.
Keinginan Modrić untuk tetap berkontribusi bagi Milan disebut masih sangat kuat, meski risiko cedera ulang menjadi perhatian serius. Pengalaman panjangnya di level tertinggi membuat ia dikenal sebagai pemain yang memiliki mentalitas kuat dan selalu siap tampil dalam situasi sulit.
Di sisi lain, pihak klub juga harus berhati-hati mengambil keputusan mengingat peran Modrić tidak hanya penting di lapangan, tetapi juga sebagai sosok senior yang memberi pengaruh besar di ruang ganti. AC Milan kini berada dalam posisi yang harus menyeimbangkan kebutuhan kompetitif dan keselamatan pemain.
Situasi ini membuat masa depan jangka pendek Modrić di Milan menjadi sorotan, terutama terkait apakah ia akan benar-benar kembali bermain sebelum musim berakhir atau justru fokus pada pemulihan total demi tantangan besar bersama Kroasia di tahun 2026 mendatang.
