Garuda Harus Sering Away demi Mimpi Piala Dunia 2030

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pentingnya laga tandang bagi skuad Garuda jelang tampil di AFC Asian Cup 2027. Menurutnya, Timnas Indonesia harus mulai terbiasa bermain di luar negeri untuk membangun mental dan pengalaman menghadapi tekanan besar.

Herdman menyebut Piala Asia 2027 menjadi bagian penting dalam roadmap panjang Indonesia menuju target besar, yakni lolos ke 2030 FIFA World Cup. Ia ingin para pemain Garuda lebih sering menghadapi lawan kuat dan suasana tandang agar kualitas tim terus berkembang.

“Indonesia harus mulai terbiasa bermain di luar kandang dan menghadapi lawan-lawan kuat seperti Jepang atau Qatar. Jika ingin lolos ke Piala Dunia 2030, maka jarak kualitas itu harus diperkecil,” ujar Herdman.

Namun, keinginan tersebut belum sepenuhnya bisa diwujudkan oleh Football Association of Indonesia. Dalam beberapa edisi FIFA Matchday terakhir, Timnas Indonesia lebih sering menjalani laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Bahkan, pertandingan tandang terakhir Garuda pada agenda FIFA Matchday terjadi pada Juni 2019 saat menghadapi Yordania. Sementara untuk FIFA Matchday Juni 2026, Indonesia kembali dijadwalkan bermain di kandang melawan Oman dan Mozambik.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengungkapkan bahwa Indonesia masih jarang mendapat undangan dari federasi lain untuk menjalani laga tandang. Karena itu, PSSI lebih sering mengambil inisiatif mengundang tim luar negeri datang ke Indonesia.

Kesempatan bermain away kemungkinan baru akan didapat Timnas Indonesia saat mengikuti ASEAN Cup 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut diharapkan menjadi ajang penting bagi skuad Garuda untuk mengasah mental bertanding di luar kandang sebelum menghadapi Piala Asia 2027.

Dengan target besar menuju 2030, Timnas Indonesia kini tak hanya dituntut kuat secara kualitas permainan, tetapi juga mental saat tampil di bawah tekanan.

Mungkin Anda Menyukai