Jakarta – BRI Super League 2025/2026 memasuki fase krusial dengan sebagian besar tim telah memainkan 27 pertandingan. Persaingan semakin sengit di semua lini klasemen, mulai dari perebutan gelar hingga zona degradasi.
Persib Bandung tampil sebagai tim paling konsisten musim ini. Maung Bandung kokoh di puncak klasemen dengan raihan 64 poin, unggul cukup jauh dari para pesaingnya. Performa stabil sepanjang musim membuat mereka menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara.
Di posisi kedua, Borneo FC Samarinda terus memberikan tekanan dengan koleksi 60 poin. Sementara Persija Jakarta menempati peringkat ketiga dengan 55 poin. Tiga tim ini menjadi aktor utama dalam perebutan posisi teratas, meski Persib masih berada di posisi paling menguntungkan.
Persaingan Sengit di Papan Tengah
Di papan tengah, persaingan berlangsung sangat ketat dengan selisih poin yang tipis. Tim-tim seperti Malut United, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Persita Tangerang saling bersaing untuk memperbaiki posisi.
Dewa United, PSIM Yogyakarta, Bali United, dan Arema FC juga masih berpeluang naik ke papan atas jika mampu menjaga konsistensi di sisa laga musim ini. Setiap pertandingan menjadi krusial karena perubahan posisi bisa terjadi dengan cepat.
Perjuangan Tim di Zona Degradasi
Sementara itu, persaingan di zona bawah tidak kalah menegangkan. Semen Padang dan PSBS Biak masih terpuruk di dasar klasemen dan harus bekerja ekstra keras untuk keluar dari zona degradasi.
Madura United, Persis Solo, dan Persijap Jepara juga belum aman karena hanya terpaut sedikit poin dari zona merah. Sisa pertandingan musim ini akan menjadi penentu nasib mereka di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Dengan situasi yang semakin panas, setiap laga di pekan-pekan akhir BRI Super League 2025/2026 dipastikan berlangsung penuh tekanan dan drama.
