Perjalanan Aston Villa dalam satu dekade terakhir adalah bukti nyata bahwa dalam sepak bola, segalanya bisa berubah. Dari keterpurukan hingga kembali ke panggung elite Eropa, Villa kini menjelma menjadi salah satu tim paling berbahaya.
Tepat 10 tahun lalu, Villa mengalami masa kelam setelah terdegradasi dari Liga Inggris usai kalah dari Manchester United. Musim 2015-16 menjadi mimpi buruk, dengan rentetan hasil buruk yang membuat masa depan klub penuh tanda tanya.
Namun, roda nasib mulai berputar. Setelah tiga musim berjuang di Championship, Villa akhirnya kembali ke Premier League pada 2019. Meski begitu, mereka masih kesulitan menemukan arah permainan yang jelas—hingga datangnya Unai Emery.
Kedatangan Emery pada 2022 menjadi titik balik. Dengan pengalaman dan filosofi yang kuat, ia membawa perubahan besar—mulai dari struktur tim, mentalitas pemain, hingga gaya bermain yang lebih terorganisir dan percaya diri.
Hasilnya kini terlihat jelas. Villa sukses melaju ke semifinal Liga Europa setelah menghancurkan Bologna dengan agregat telak 7-1. Ini menjadi semifinal Eropa kedua mereka dalam tiga musim terakhir—sebuah pencapaian luar biasa.
Tak hanya itu, Villa juga tampil konsisten di liga domestik dan berada dalam jalur perebutan tiket Liga Champions. Transformasi mereka terasa begitu signifikan, dari tim yang dulu berjuang menghindari degradasi menjadi kandidat serius di kompetisi Eropa.
Penyerang andalan Ollie Watkins mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan tim. Ia menegaskan bahwa Villa kini hanya ingin menikmati setiap proses, sambil terus melangkah lebih jauh.
Di semifinal, Villa akan menghadapi sesama tim Inggris, Nottingham Forest. Meski diunggulkan, laga dipastikan tidak akan mudah mengingat ketangguhan lawan.
Dari kejatuhan yang menyakitkan hingga kebangkitan yang menginspirasi, Aston Villa telah menulis ulang kisah mereka. Di bawah kepemimpinan Emery, mimpi untuk kembali meraih kejayaan Eropa kini bukan lagi sekadar angan—melainkan target nyata yang semakin dekat.
