Kabar Gembira untuk Liverpool! Cedera Mohamed Salah Tidak Separah Dikhawatirkan, “One Last Dance” Belum Usai

Detik-detik Mohamed Salah memegang hamstringnya dan harus ditarik keluar lapangan saat Liverpool menghadapi Crystal Palace, Sabtu (26/4) lalu, seakan membekukan seluruh stadion Anfield.

Rasa khawatir sempat menyelimuti para pendukung The Reds: Apakah itu adalah penampilan terakhir sang Raja Mesir di kandang kesayangannya?

Untungnya, napas para fans bisa kembali lega.

Melalui pernyataan resmi pada Rabu (30/4), Liverpool memastikan bahwa cedera yang dialami bintang berusia 33 tahun tersebut bukanlah cerita horor. “Cedera otot ringan,” begitu keterangan resmi klub. Lebih penting lagi, Liverpool menegaskan bahwa Salah “diperkirakan akan pulih tepat waktu” untuk kembali bermain sebelum musim ini berakhir.

Bukan Akhir yang Tragis

Ketakutan yang muncul akhir pekan lalu sangat beralasan. Bulan lalu, Salah sudah mengumumkan kepergiannya setelah sembilan musim membela Liverpool.

Cara ia meluangkan waktu untuk menyalami dan bertepuk tangan kepada penonton Anfield saat diganti melawan Palace—sebuah gestur yang sangat tidak biasa baginya—semakin menambah dugaan bahwa ia sudah merasa itu adalah momen perpisahan. Jika cedera itu serius, Salah harus mengakhiri perjalanan epiknya dengan cara yang sangat menyedihkan.

Catatan Sejarah yang Masih Terbuka

Jika memang pertandingan lawan Palace itu adalah yang terakhir, Salah harus mengakhiri perjalanan luar biasanya dengan catatan 257 gol dari 435 penampilan.

Angka itu sudah menakjubkan, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah klub, hanya di bawah dua legenda abadi: Ian Rush (346 gol) dan Roger Hunt (285 gol). Namun, dengan kabar cedera yang ringan ini, pintu masih terbuka lebar baginya untuk kembali menambah pundi-pundi golnya sebelum benar-benar meninggalkan Anfield.

Sisa Perjalanan Musim Ini

Meskipun peluangnya tampak sangat tipis untuk bisa tampil di Old Trafford menghadapi Manchester United, Minggu (4/5) mendatang, jadwal Liverpool berikutnya membuka peluang emas bagi Salah untuk kembali beraksi:

  • 9 Mei: Liverpool vs Chelsea (Anfield)
  • 17 Mei: Aston Villa vs Liverpool (Villa Park)
  • 24 Mei: Liverpool vs Brentford (Anfield) – Laga penutup musim.

Laga melawan Brentford pada 24 Mei nanti terasa seperti panggung yang paling sempurna untuk penampilan terakhirnya jika kondisinya benar-benar 100% fit.

Dampek Positif untuk Timnas Mesir

Kabar baik ini bukan hanya untuk Liverpool, tetapi juga untuk Timnas Mesir. Pemulihan yang tepat waktu akan memastikan Salah tetap berada di jalur yang benar untuk memimpin timnasnya sebagai kapten di putaran final Piala Dunia yang berlangsung musim panas ini.

Warisan yang Tak Akan Lupakan

Sejak bergabung pada 2017, Salah bukan hanya sekadar pemain; ia adalah era baru bagi Liverpool. Dua gelar Liga Premier, satu trofi Liga Champions, Piala Dunia Antarklub FIFA, Piala Super UEFA, Piala FA, dua Piala EFL, dan Community Shield telah ia kumpulkan. Ia mengubah Liverpool kembali menjadi raksasa yang ditakuti Eropa.

“One Last Dance” Mohamed Salah di Anfield mungkin sempat tertunda oleh rasa sakit di hamstringnya, tapi naskah akhirnya belum ditutup. Masih ada beberapa halaman lagi yang harus ditulis, dan kini, fans The Reds bisa kembali menunggu dengan penuh harapan.

Semoga cepat pulih, Mo!

Mungkin Anda Menyukai