Madrid — Estadio Metropolitano kembali menjadi saksi bisu drama ketat Liga Champions. Arsenal dan Atletico Madrid harus puas berbagi angka 1-1 pada leg pertama perempatfinal, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB. Dua gol penalti dan kontroversi VAR di menit-menit akhir menjadi sorotan utama laga ini, membuat tiket semifinal masih menjadi teka-teki menjelang duel pamungkas di London pekan depan.
Babak Pertama: Ketatnya Jaring Keamanan kedua Tim
Pertandingan dimulai dengan tempo yang cukup hati-hati. Kedua pelatih, Mikel Arteta dan Diego Simeone, jelas tidak ingin memberikan ruang breathe bagi lawan di awal laga. Peluang emas baru menghampiri di pengujung babak pertama.
Menit ke-45, Viktor Gyokeres menjadi pahlawan momen bagi The Gunners. Berawal dari tekel yang dilakukan David Hancko di dalam kotak terlarang, wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Gyokeres yang sendiri yang mengambil eksekusi, sukses mengecoh kiper dengan penalti yang tenang dan akurat. 0-1 untuk keunggulan Arsenal.
Babak Kedua: Ledakan Atletico dan Tendangan “Nuklir” Alvarez
Tim tuan rumah memasuki babak kedua dengan darah dingin yang menguap. Atletico Madrid langsung menggeber serangan demi serangan. Ademola Lookman sempat memaksa David Raya berjibaku, sebelum umpan reboundnya digagalkan secara heroik oleh Gabriel Magalhaes.
Tekanan tinggi Atletico akhirnya membuahkan hasil di menit ke-56. Tendangan Marcos Llorente dari luar kotak penalti mengenai kaki Ben White sebelum menyentuh tangannya. Wasit awalnya mengabaikan, namun setelah dipicu oleh tinjauan VAR, hadiah penalti pun diberikan.
Julian Alvarez maju sebagai eksekutor. Apa yang terjadi selanjutnya? Sebuah tendangan nuklir. Bola ditendang dengan kecepatan dan power luar biasa ke sudut atas gawang. David Raya sama sekali tidak bergerak—terpaku di tempatnya karena begitu dahsyatnya tembakan sang striker Argentina itu. Skor berubah imbang 1-1.
Detik-Detik Akhir yang Bikin Jantung Deg-Degan
Atletico nyaris membalikkan keadaan menjadi 2-1. Antoine Griezmann membentur mistar gawang, sementara peluang emas Lookman dari jarak dekat masih bisa ditepis oleh Raya.
Di pengujung laga, giliran Arsenal yang mendapat momentum. Pemain pengganti, Eberechi Eze, masuk dan langsung memberikan dampak. Ia berhasil melewati Hancko di dalam kotak penalti dan terjatuh. Wasit kembali menunjuk titik penalti! Namun, breath yang tertahan itu pecah saat VAR kembali berbicara: Penalti dibatalkan.
Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bintang Malam Ini: Kelas Alvarez dan Ketajaman Gyokeres
Sebelum laga, Simeone sempat melontarkan pernyataan bahwa Julian Alvarez diminati oleh klub-klub terbaik dunia, termasuk Arsenal. Malam ini, ia membuktikan exactly why. Di luar penaltinya yang mematikan, gerakan kakinya yang cerdik dan tendangan bebasnya dari jarak 30 yard menunjukkan kelas seorang penyerang elite. Namun, ada keresahan tersendiri bagi Atletico karena Alvarez harus ditarik keluar di akhir laga mengalami benturan. Semoga cederanya tidak serius.
Di kubu Arsenal, Viktor Gyokeres menjalani salah satu malam terbaiknya berseragam The Gunners. Meski terkadang terlihat canggung dalam membangun serangan, insting mencetak golnya—terutama kepercayaan dirinya saat menendang penalti—menjadi fondasi penting bagi tim tamu di laga ini.
Catatan untuk Leg Kedua: Siapa yang Terbuang?
Secara keseluruhan, Arsenal bisa pulang dengan kepala tegak. Mereka tampil sangat solid dalam bertahan di markas yang angker. Meski minim ancaman serangan yang konsisten dan sedikit beruntung karena Griezmann mengenai mistar, hasil imbang ini adalah modal bagus.
Kritik mungkin mengarah pada keputusan penalti yang diberikan kepada Atletico (mengingat bola lebih dulu mengenai kaki White), tapi yang sudah terjadi biarlah berlalu.
Fokus kini bergeser ke Emirates Stadium, Selasa mendatang. Kedudukan imbang tanpa gol tandang membuat laga leg kedua akan berjalan sangat terbuka. Apakah Arsenal akan memanfaatkan dukungan publiknya sendiri, atau Atletico akan sekali lagi memperlihatkan keperkasaan mereka di laga tandang?
