Heri Susanto Ungkap Kondisi Memprihatinkan PSBS: Gaji Tertunggak, Akomodasi Bermasalah, Latihan Terganggu

PSBS Biak menjadi sorotan setelah beredar surat terbuka yang diduga berasal dari kolektif pemain dan staf. Surat tersebut berisi permohonan bantuan kepada manajemen klub, I.League, dan PSSI terkait kondisi internal tim berjuluk Badai Pasifik.

Dokumen itu diunggah oleh kapten tim, Heri Susanto, melalui akun Instagram pribadinya dan langsung menarik perhatian publik sepak bola nasional.

Dalam surat tersebut, para pemain dan staf mengungkap adanya keterlambatan pembayaran gaji yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Disebutkan, sebagian anggota tim belum menerima gaji selama sekitar 2,5 bulan, bahkan ada yang mencapai tiga bulan.

Meski demikian, mereka menegaskan tetap menghormati klub dan tidak berniat memperkeruh situasi. Tujuan utama surat tersebut adalah mencari solusi yang adil dan konstruktif.

“Kami menulis surat ini untuk dengan hormat meminta perhatian dan bantuan terkait situasi yang sedang berlangsung yang memengaruhi beberapa pemain dan staf di PSBS Biak,” tulis pernyataan tersebut.


Masalah Kebutuhan Dasar

Selain persoalan gaji, surat itu juga menyoroti kondisi kebutuhan dasar tim yang dinilai memprihatinkan.

Pemain mengungkapkan bahwa air minum setelah latihan tidak selalu tersedia. Bahkan, untuk pemain lokal, makanan di akomodasi disebut tidak lagi disediakan.

Situasi ini mulai berdampak pada kehidupan sehari-hari para pemain dan staf, yang harus menghadapi ketidakpastian di luar lapangan.

Masalah lain yang mencuat adalah kendaraan tim yang dikabarkan telah ditarik. Sementara itu, sejumlah pemain asing disebut menerima pemberitahuan untuk mengosongkan tempat tinggal akibat tunggakan pembayaran.


Latihan Terganggu, Situasi Dinilai Kritis

Permasalahan internal juga berdampak langsung pada aktivitas tim. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa beberapa sesi latihan terpaksa dibatalkan karena tidak tersedianya lapangan.

Para pemain menilai kondisi ini telah mencapai titik kritis dan membutuhkan penanganan segera.

“Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kami percaya bahwa situasi ini telah mencapai tingkat yang kritis,” tulis mereka.

Pihak pemain juga mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi manajemen untuk meminta kejelasan, namun belum mendapatkan solusi konkret.

Selain itu, mereka telah berkoordinasi dengan APPI untuk membantu memproses permasalahan ini secara resmi.

Mungkin Anda Menyukai