Legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik keras terhadap situasi internal Chelsea. Ia menilai sikap sejumlah pemain senior ikut mempercepat berakhirnya masa jabatan Liam Rosenior.
Pemecatan Rosenior memang mengejutkan, mengingat ia baru menjabat sekitar empat bulan. Namun, hasil buruk di Premier League menjadi faktor utama: lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol.
Kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion menjadi laga terakhirnya. Kini, posisi pelatih diisi oleh Calum McFarlane sebagai manajer interim hingga akhir musim.
Neville Soroti Sikap Cucurella dan Enzo
Neville secara khusus menyoroti perilaku Marc Cucurella dan Enzo Fernández. Keduanya dianggap tidak menunjukkan dukungan penuh kepada Rosenior.
Ia menilai komentar keduanya yang memuji mantan pelatih, Enzo Maresca, di tengah performa buruk tim sebagai sikap yang tidak profesional.
Menurut Neville, pernyataan tersebut memberi kesan bahwa ruang ganti sudah kehilangan kepercayaan terhadap Rosenior.
“Hasilnya memang buruk, dan itu konsekuensinya bagi pelatih,” ujar Neville.
“Tapi ayolah, Cucurella dan Enzo adalah pemain berpengalaman. Mereka justru seperti mengkhianati Rosenior dengan terus memuji Maresca di saat situasi sedang sulit.”
Kritik ke Pemilik: Manajemen Dinilai Kacau
Tak hanya pemain, Neville juga mengarahkan kritik tajam kepada pemilik klub. Ia menilai struktur dan arah kebijakan Chelsea saat ini tidak jelas.
Salah satu yang disorot adalah kebijakan kontrak jangka panjang berdurasi enam hingga delapan tahun, yang menurutnya tidak masuk akal dalam praktik sepak bola modern.
“Para pemilik tidak tahu apa yang mereka lakukan. Saya pernah membuat kesalahan, tapi Anda harus mengakuinya,” kata Neville.
“Keputusan mereka kacau. Dalam sepak bola, Anda mendapatkan apa yang pantas Anda dapatkan.”
Rosenior Dinilai Terlalu Cepat Naik Level
Neville juga berpendapat bahwa Rosenior mungkin terlalu cepat menerima tantangan sebesar Chelsea. Tekanan tinggi di Stamford Bridge dinilai belum ideal bagi pelatih yang masih berkembang.
Meski begitu, ia memahami bahwa tawaran dari klub sebesar Chelsea sulit ditolak.
“Dia seharusnya berkembang dulu sebagai pelatih muda. Tapi siapa yang bisa menolak Chelsea?” ujarnya.
“Sekarang dia harus move on dan melanjutkan kariernya. Chelsea saat ini adalah klub yang sedikit ‘gila’ dalam pengambilan keputusan.”
