Timnas Indonesia U-17 tengah menunjukkan performa menjanjikan di ajang Piala AFF U-17 2026. Pada laga pembuka, Garuda Muda tampil dominan dengan kemenangan telak 4-0 atas Timor Leste.
Hasil tersebut menjadi modal penting jelang laga berikutnya melawan Malaysia pada matchday kedua, yang akan digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Kamis (16/4) malam WIB.
Di tengah persiapan tersebut, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menerapkan kebijakan khusus bagi para pemain. Langkah ini diambil untuk menjaga fokus tim sepanjang turnamen.
Kebijakan tersebut tidak lepas dari usia para pemain yang masih muda dan dinilai rentan terhadap distraksi, terutama dari luar lapangan. Karena itu, Kurniawan mengambil langkah tegas dengan membatasi penggunaan ponsel serta melarang akses media sosial.
Larangan Media Sosial Selama Turnamen
Kurniawan secara tegas melarang pemainnya mengakses media sosial selama turnamen berlangsung. Ia menilai hal tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi pemain.
Tekanan publik maupun komentar negatif di media sosial bisa memengaruhi kondisi mental pemain muda. Oleh sebab itu, akses terhadap platform tersebut ditutup sepenuhnya.
“Memang ada. Dalam aturan selama pemusatan latihan (TC), kami membatasi penggunaan telepon hanya 2-3 jam per hari,” ujar Kurniawan.
“Khusus di kejuaraan seperti AFF maupun AFC, pemain dilarang membuka media sosial apa pun. Ini bagian dari pengorbanan mereka,” lanjutnya.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk perlindungan, agar pemain tetap fokus pada pertandingan tanpa terdistraksi faktor eksternal.
Antisipasi Gangguan Mental Pemain Muda
Kurniawan menyadari bahwa aspek mental menjadi faktor krusial dalam perkembangan pemain muda. Karena itu, ia memilih mengambil langkah pencegahan sejak awal.
Meski percaya dengan mentalitas anak asuhnya, ia menilai pembatasan tetap diperlukan demi menjaga stabilitas performa di lapangan.
“Kami tidak bisa sepenuhnya mengontrol mentalitas atau pikiran pemain, jadi kami antisipasi dengan membatasi hal tersebut agar mereka tetap fokus,” jelasnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perhatian tim tidak hanya pada aspek teknik dan taktik, tetapi juga pada kesiapan mental pemain.
Lingkungan yang kondusif menjadi kunci agar para pemain dapat berkembang secara optimal sepanjang turnamen.
Aturan Berlaku untuk Seluruh Tim
Menariknya, kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi pemain, tetapi juga seluruh elemen tim, termasuk staf ofisial.
Kurniawan ingin memastikan semua pihak berada dalam satu frekuensi yang sama, dengan fokus penuh pada turnamen.
“Aturan ini tidak hanya berlaku untuk pemain, tetapi juga seluruh staf ofisial. Jadi semua yang ada di tim benar-benar fokus untuk kejuaraan,” tegasnya.
Pendekatan kolektif ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas tim sekaligus menjaga konsistensi performa Garuda Muda di Piala AFF U-17 2026.
