Usai Gaduh Soal Skandal “Passportgate” Pemain Timnas Indonesia, NAC Breda Resmi Terdegradasi dari Eredivisie

NAC Breda dipastikan turun kasta dari Eredivisie musim depan. Kepastian itu didapat setelah mereka tidak mampu keluar dari zona degradasi dan akan mengakhiri musim di peringkat ke-17, meski kompetisi masih menyisakan satu pertandingan terakhir.

Pada pekan ke-33 Eredivisie 2025/2026, NAC Breda sempat meraih kemenangan meyakinkan saat menjamu SC Heerenveen di Rat Verlegh Stadion, Minggu (10/5/2026) malam WIB. Tuan rumah menang sementara 2-0 lewat dua gol Boy Kemper.

Namun, laga sempat dihentikan wasit akibat ulah suporter yang mengganggu jalannya pertandingan. Meski berhasil menang, hasil tersebut tidak cukup menyelamatkan NAC Breda dari degradasi karena pesaing di atas mereka masih unggul poin.

Musim Eredivisie 2025/2026 sendiri masih menyisakan satu laga terakhir, tetapi posisi NAC sudah tidak bisa lagi berubah.

Hasil Tim Lain Menentukan Nasib NAC Breda

Kemenangan NAC Breda atas Heerenveen tidak berarti apa-apa setelah hasil pertandingan lain tidak berpihak kepada mereka. Telstar berhasil menang besar atas Heracles Almelo, sementara Volendam menahan imbang Excelsior.

Telstar kini mengoleksi 34 poin dari 33 laga dan mengamankan posisi 15. Sementara Volendam berada di peringkat 16, unggul dari NAC Breda yang hanya mengumpulkan 28 poin.

Dengan selisih empat poin dan hanya satu laga tersisa, NAC Breda tidak lagi memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi. Mereka pun dipastikan finis di peringkat ke-17 klasemen.

Drama “Passportgate” Ikut Warnai Musim

Musim NAC Breda juga diwarnai kontroversi panjang yang melibatkan pemain Timnas Indonesia, Dean James. Klub tersebut sempat memprotes keikutsertaan sang pemain dalam laga melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026.

NAC Breda menilai Dean James tidak memenuhi syarat bermain karena status paspornya yang berubah dari Belanda menjadi Indonesia. Mereka bahkan menuntut agar pertandingan tersebut diulang.

Kasus itu kemudian dibawa ke pengadilan dan menjadi sorotan di Belanda. Setelah melalui proses sidang di Utrecht, hakim akhirnya memutuskan menolak gugatan NAC Breda dan memenangkan KNVB serta Go Ahead Eagles.

Pelatih NAC Breda Kecewa Berat

Pelatih NAC Breda, Carl Hoefkens, mengaku sangat terpukul dengan hasil akhir musim ini. Menurutnya, tim sudah berjuang keras untuk menghindari degradasi, namun hasil di pertandingan lain membuat situasi menjadi tidak menguntungkan.

“Kami telah bekerja sangat keras untuk menghindari skenario ini. Ketika itu benar-benar terjadi, sangat sulit untuk diterima,” ujar Hoefkens kepada ESPN.

Ia juga menyoroti hasil imbang antara Volendam dan Excelsior yang dianggapnya janggal dan tidak mencerminkan semangat fair play.

“Hasil imbang itu terasa sangat aneh. Bagi saya, itu tidak terlalu berkaitan dengan permainan yang adil,” tambahnya.

Dengan hasil ini, NAC Breda harus bersiap kembali bermain di Keuken Kampioen Divisie musim depan setelah musim yang penuh drama dan kontroversi.

Mungkin Anda Menyukai