Timnas Indonesia U-17 Diterpa Panas Menyengat di Piala Asia U-17 2026, Kurniawan: Pemain Harus Banyak Minum Air

Timnas Indonesia U-17 menghadapi tantangan berat jelang tampil di Piala Asia U-17 2026. Cuaca panas ekstrem di Jeddah, Arab Saudi, menjadi ujian awal bagi skuad Garuda Muda.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto mengakui kondisi cuaca di lokasi turnamen sangat berbeda dibandingkan Indonesia. Suhu di Jeddah dalam beberapa hari terakhir mencapai 36–39 derajat Celsius pada siang hari dan tetap hangat di kisaran 24–27 derajat pada malam hari.

“Memang berbeda jauh. Di sini panasnya luar biasa,” ujar Kurniawan.

Ia pun mengingatkan para pemain untuk menjaga kondisi tubuh, terutama dengan memperbanyak asupan cairan guna menghindari dehidrasi.

“Kami ingatkan pemain untuk banyak minum air. Jangan sampai dehidrasi,” tegasnya.

Selain itu, tim pelatih juga mengatur jadwal latihan pada malam hari sebagai bagian dari proses adaptasi. Hal ini disesuaikan dengan waktu pertandingan yang mayoritas digelar malam hari.

Tantangan Awal: Hadapi China

Timnas Indonesia U-17 akan langsung menghadapi ujian berat pada laga pembuka Grup B. Mereka dijadwalkan bertemu Timnas China U-17 di King Abdullah Sports City Training Stadium (Pitch A), Jeddah.

Pertandingan tersebut menjadi penentu awal langkah Garuda Muda di turnamen ini. Kurniawan pun berharap dukungan penuh dari masyarakat Indonesia.

“Dengan kerendahan hati, saya mohon doa dan dukungannya,” ucapnya.

Persaingan Ketat di Grup B

Selain China, Indonesia juga harus bersaing dengan dua kekuatan besar Asia, yakni Timnas Jepang U-17 dan Timnas Qatar U-17.

Persaingan di Grup B diprediksi berlangsung ketat. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental pemain menjadi faktor krusial, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Kurniawan menegaskan bahwa para pemain membutuhkan dukungan penuh untuk bisa tampil maksimal.

“Mereka adalah anak-anak bangsa yang berjuang untuk Indonesia. Dukungan dan doa dari masyarakat sangat berarti bagi kami,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai