BRI Super League memasuki fase akhir musim 2025/2026 dengan persaingan ketat di papan atas. Persib Bandung dan Borneo FC masih bersaing sengit dalam perburuan gelar, sementara Persija Jakarta juga terus menempel di posisi atas.
Di tengah panasnya persaingan klub, performa pemain naturalisasi Timnas Indonesia turut menjadi sorotan menjelang akhir musim. Sejumlah pemain tampil konsisten, namun ada pula yang masih membutuhkan peningkatan performa.
Moncer di Klub
Beberapa pemain naturalisasi menunjukkan kontribusi signifikan di klub masing-masing.
Thom Haye menjadi motor lini tengah Persib Bandung. Gelandang kreatif ini telah tampil 25 kali dengan catatan empat gol dan tiga assist, serta berperan besar dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Rekan setimnya, Eliano Reijnders, juga tampil konsisten pada musim debutnya. Ia mencatat 25 penampilan dengan tiga assist dan hampir selalu menjadi starter reguler.
Di Persija Jakarta, Jordi Amat menjadi pilar penting di lini belakang. Bek berpengalaman itu sudah tampil 26 kali dan bahkan menyumbang tiga gol musim ini.
Sementara itu, Ivar Jenner menunjukkan dampak instan setelah bergabung dengan Dewa United pada paruh musim. Ia langsung menjadi andalan di lini tengah dengan 11 penampilan dan satu assist.
Masih Perlu Gaspol
Namun, tidak semua pemain naturalisasi tampil konsisten sepanjang musim.
Rafael Struick masih berjuang menemukan performa terbaiknya di Dewa United. Ia telah tampil 18 kali tanpa mencetak gol maupun assist, serta belum menjadi pilihan utama penuh selama 90 menit.
Jens Raven di Bali United juga masih berstatus pelapis. Dari 21 laga, ia baru mencetak satu gol dan dua assist.
Di Persija, Shayne Pattynama masih dalam fase adaptasi. Sejak bergabung, ia baru mencatatkan 8 penampilan dengan menit bermain terbatas.
Sementara itu, Mauro Zijlstra masih kesulitan menembus tim utama Persija dengan hanya dua penampilan dan total 21 menit bermain.
Faktor Adaptasi Jadi Kunci
Perbedaan performa para pemain naturalisasi ini banyak dipengaruhi faktor adaptasi dan kecocokan dengan sistem pelatih.
Pemain seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, dan Ivar Jenner mampu beradaptasi cepat sehingga langsung menjadi bagian penting tim.
Sebaliknya, Struick, Raven, Pattynama, dan Zijlstra masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme kompetisi dan sistem permainan klub.
Meski demikian, secara kualitas individu, para pemain tersebut tetap memiliki potensi besar. Kunci ke depan adalah menjaga konsistensi dan memaksimalkan setiap kesempatan bermain yang didapat.
