Jakarta – Manchester United mulai bergerak mencari gelandang bertahan baru untuk musim 2026/2027 setelah memastikan berpisah dengan Casemiro. Di tengah berbagai nama besar yang dikaitkan dengan Setan Merah, legenda klub Peter Schmeichel justru memberikan usulan mengejutkan.
Casemiro dipastikan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim ini setelah kontraknya tidak diperpanjang. Faktor usia dan beban gaji yang tinggi membuat MU memilih mencari opsi yang lebih muda dan lebih segar untuk lini tengah mereka.
Sejumlah nama top langsung masuk radar Manchester United. Mulai dari Sandro Tonali, Elliot Anderson, Adam Wharton, Aurelien Tchouameni, hingga Carlos Baleba disebut-sebut menjadi target utama.
Namun, mendatangkan salah satu dari pemain tersebut diperkirakan membutuhkan dana besar. MU diyakini harus mengeluarkan lebih dari 75 juta poundsterling untuk mengamankan tanda tangan mereka.
Di tengah situasi itu, Peter Schmeichel justru menyarankan MU mengambil langkah berbeda. Dalam podcast The Good, The Bad and The Football, legenda asal Denmark itu meminta klub melupakan perburuan gelandang mahal dan memilih Granit Xhaka sebagai pengganti Casemiro.
Nama Xhaka tentu cukup mengejutkan mengingat ia pernah menjadi pemain Arsenal. Kini gelandang asal Swiss itu bermain untuk Sunderland dan dinilai Schmeichel sebagai sosok ideal untuk membantu pembangunan ulang lini tengah MU.
Menurut Schmeichel, Manchester United membutuhkan sosok pemimpin berpengalaman di ruang ganti. Ia menilai Xhaka memiliki kualitas kepemimpinan yang tidak dimiliki banyak pemain MU saat ini, selain Bruno Fernandes dan Harry Maguire.
Schmeichel juga percaya Xhaka bisa menjadi mentor sempurna bagi Kobbie Mainoo yang diproyeksikan menjadi pusat permainan MU di masa depan.
“Saya rasa kita harus merekrut Xhaka. Jika tim ini dibangun di sekitar Kobbie Mainoo, maka mereka membutuhkan pemain berpengalaman di sampingnya,” ujar Schmeichel.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Xhaka menjadi faktor utama di balik performa impresif Sunderland musim ini. Menurutnya, pengaruh pemain Swiss tersebut jauh lebih besar daripada sekadar kontribusi di lapangan.
Selain faktor pengalaman dan karakter, harga Xhaka juga dianggap lebih realistis untuk kondisi keuangan MU saat ini. Dengan kontrak tersisa dua tahun di Sunderland, ia diperkirakan bisa direkrut dengan biaya sekitar 20 hingga 30 juta poundsterling.
Jumlah itu tentu jauh lebih murah dibandingkan target-target lain yang harganya bisa menembus tiga kali lipat. Karena itulah, Schmeichel menilai transfer Xhaka akan menjadi solusi cerdas bagi Manchester United di tengah kebutuhan membangun ulang skuad secara bertahap.
