Paris Saint-Germain kembali menunjukkan kelasnya di panggung Eropa setelah memastikan tiket ke final Liga Champions usai menyingkirkan Bayern Munich dengan agregat dramatis 6-5.
Bermain di Allianz Arena, PSG langsung memberi kejutan lewat gol cepat Ousmane Dembélé di menit awal, hasil kerja sama apik dengan Khvicha Kvaratskhelia. Gol tersebut menjadi fondasi penting bagi Les Parisiens untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Bayern Munich yang bermain di hadapan pendukung sendiri terus mencoba bangkit. Namun solidnya lini pertahanan PSG yang dikomandoi Marquinhos membuat setiap serangan tuan rumah selalu menemui jalan buntu. Meski Harry Kane sempat mencetak gol di menit akhir, itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Di bawah asuhan Luis Enrique, PSG tampil sebagai tim yang jauh lebih matang dan seimbang. Kombinasi lini tengah Vitinha, Fabian Ruiz, dan João Neves menjadi mesin pengatur tempo, sementara lini depan mereka tetap tajam dan berbahaya dalam setiap serangan balik.
Kemenangan ini sekaligus membawa PSG ke final Liga Champions kedua secara beruntun, mempertegas transformasi besar klub asal Paris tersebut menjadi kekuatan baru di Eropa setelah era galacticos yang penuh ego berakhir.
Kini, PSG tinggal selangkah lagi menuju gelar juara. Namun di partai puncak, mereka akan menghadapi tantangan berat dari Arsenal yang juga tampil impresif musim ini.
Final Liga Champions di Budapest dipastikan akan menjadi duel panas antara dua tim dengan gaya bermain berbeda, namun sama-sama mengincar sejarah.
