Paceklik Gol di AC Milan, Christian Pulisic Tegaskan Tidak Panik

Winger AC Milan, Christian Pulisic, tengah menjadi sorotan setelah performanya mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Pemain tim nasional Amerika Serikat itu belum mampu kembali menunjukkan ketajaman yang sempat membuatnya tampil impresif di awal musim.

Mandulnya Pulisic sepanjang tahun 2026 mulai memunculkan kritik dari media maupun publik. Sejumlah pihak bahkan mempertanyakan apakah pemain berusia 27 tahun tersebut mulai kehilangan performa terbaiknya menjelang 2026 FIFA World Cup.

Situasi ini terasa semakin menarik karena Pulisic baru saja tampil sebagai bintang sampul majalah olahraga ternama di Amerika Serikat. Statusnya sebagai ikon sepak bola Amerika justru membuat tekanan terhadap dirinya semakin besar.

Meski begitu, Pulisic mengaku tidak terlalu terpengaruh oleh berbagai komentar negatif terkait performanya. Ia bahkan memberikan respons tegas saat ditanya soal paceklik gol yang sedang dialaminya.

Pulisic Tetap Tenang Hadapi Kritik

Christian Pulisic menegaskan dirinya tidak merasa khawatir dengan penurunan produktivitas yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Ia tetap percaya diri bisa kembali menemukan performa terbaik bersama AC Milan maupun tim nasional Amerika Serikat.

Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, perhatian terhadap Pulisic memang meningkat drastis. Ia dianggap sebagai wajah utama sepak bola Amerika di level internasional.

Sorotan itu semakin besar setelah dirinya tampil di sampul majalah Time edisi olahraga. Namun di saat bersamaan, performanya di lapangan justru sedang dipertanyakan banyak pihak.

Ketika ditanya mengenai cara mengatasi penurunan performanya sepanjang tahun ini, Pulisic menjawab dengan santai namun penuh keyakinan.

“Saya berencana mencetak gol. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak masuk akal. Saya tidak khawatir tentang itu, kawan,” ujar Pulisic seperti dikutip dari Sportsmole.

Pulisic Akui Sempat Frustrasi

Di balik sikap tenangnya, Pulisic mengakui sempat mengalami masa sulit yang cukup membuat frustrasi. Ia merasa tidak bisa membalas kritik dengan cara yang biasanya selalu ia lakukan sepanjang kariernya.

Pulisic menyinggung momen ketika dirinya tidak masuk skuad CONCACAF Gold Cup pada Juni lalu. Situasi tersebut memicu banyak komentar negatif, sementara dirinya tidak berada di lapangan untuk membuktikan kualitasnya.

Menurut Pulisic, selama ini ia terbiasa menjawab kritik melalui performa dan kontribusi di lapangan. Namun kali ini, situasinya terasa berbeda karena dirinya sedang mengalami penurunan produktivitas.

“Saat itu sulit bagi saya, karena biasanya saya bisa membungkam orang dengan permainan saya. Itulah yang telah saya lakukan sepanjang karier saya,” ungkapnya.

“Saya sedang dalam masa istirahat, jadi orang-orang hanya membicarakan saya, dan saya tidak bisa langsung mencetak gol untuk membungkam mereka,” lanjut Pulisic.

Mencetak Gol Jadi Sumber Motivasi Terbesar

Pulisic juga menegaskan bahwa menciptakan peluang dan mencetak gol tetap menjadi hal yang paling memberinya semangat saat bermain sepak bola.

Meski memahami pentingnya tugas bertahan dan kerja keras di lapangan, mantan pemain Chelsea itu mengaku kebahagiaan utamanya tetap berasal dari kontribusi dalam membangun serangan.

“Menyerang gawang, menciptakan peluang, bagi saya itulah alasan saya bermain sepak bola,” kata Pulisic.

“Tentu Anda tetap harus bertahan, berlari, dan melakukan banyak hal lain. Namun yang benar-benar memberi saya kegembiraan adalah menciptakan peluang, mencetak gol, dan menyelesaikan serangan,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai