Manchester City menghadapi situasi rumit jelang akhir musim 2025/2026. Keberhasilan melaju ke final FA Cup untuk keempat kalinya secara beruntun justru menghadirkan tantangan baru: jadwal super padat yang berpotensi menguras fisik pemain.
Tim asuhan Pep Guardiola terancam harus memainkan tiga pertandingan dalam waktu enam hari. Kondisi ini muncul karena laga kandang melawan Crystal Palace yang sebelumnya ditunda belum memiliki jadwal pengganti.
Situasi makin kompleks karena Palace juga disibukkan dengan semifinal UEFA Europa Conference League melawan Shakhtar Donetsk. Alhasil, opsi penjadwalan ulang menjadi sangat terbatas.
Pertandingan City kontra Palace diperkirakan baru bisa digelar pada pekan yang dimulai 11 Mei. Namun, jadwal kembali berbenturan karena City juga harus tampil di final FA Cup di Wembley pada 16 Mei. Tanggal 13 Mei pun menjadi satu-satunya opsi realistis.
Jadwal Kian Rumit
Masalah belum selesai. City juga perlu menjadwalkan ulang laga liga melawan AFC Bournemouth yang bentrok dengan akhir pekan final FA Cup.
Awalnya, pertandingan tersebut berpotensi digeser ke 20 Mei. Namun, tanggal itu bertepatan dengan final UEFA Europa League Final. Alternatif lainnya adalah memajukan ke 19 Mei—yang berarti City harus memainkan tiga laga dalam enam hari.
Jelas, ini bukan situasi ideal di fase penentuan musim.
Peluang untuk Arsenal
Kondisi ini bisa menjadi angin segar bagi Arsenal dalam perburuan gelar Premier League.
Dengan jadwal yang lebih bersahabat, The Gunners berpeluang memanfaatkan kelelahan skuad City untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim dan mengakhiri penantian panjang mereka meraih trofi liga.
Di sisi lain, manajemen City dikabarkan tengah berupaya mencari solusi terbaik agar tidak terjebak dalam jadwal ekstrem yang bisa berdampak besar pada performa tim.
City ke Final FA Cup
Sebelumnya, City memastikan tiket ke final FA Cup usai menaklukkan Southampton dengan skor 2-1.
Tim lawan sempat mengejutkan lewat gol spektakuler Finn Azaz. Namun, City bangkit di babak kedua.
Jérémy Doku mencetak gol penyeimbang, sebelum Nico González memastikan kemenangan lewat tendangan keras ke pojok atas gawang.
Guardiola memuji performa timnya di babak kedua, tetapi juga memberi peringatan tegas soal tantangan ke depan.
“Sekarang ada enam final. Setiap pertandingan liga harus dimenangkan. Jika kalah, semuanya selesai,” ujar Guardiola.
