Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC akhirnya memberikan klarifikasi terkait keterlambatan bus tim Persebaya Surabaya menjelang sesi official training (OT) di Bali United Training Center, Senin (27/4/2026).
Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kendala teknis di lapangan, bukan faktor kesengajaan.
Bus Bermasalah, Armada Pengganti Dikerahkan
Koordinator panitia lokal, Rojak, membeberkan kronologi kejadian secara rinci. Menurutnya, bus penjemputan pertama sudah tiba di hotel tim Persebaya sekitar pukul 14.00 WITA.
Namun, masalah muncul karena sistem pendingin udara pada bus tersebut tidak berfungsi dengan baik. Panpel kemudian segera menyiapkan armada pengganti untuk memastikan kenyamanan tim tamu.
Bus pengganti baru tiba sekitar pukul 14.55 WITA. Dalam kondisi tersebut, sebagian pemain Persebaya memilih berangkat lebih dulu menggunakan taksi online agar tidak terlambat ke sesi latihan.
Jadwal Latihan Disesuaikan
Panpel Arema FC kemudian berkoordinasi dengan pihak Persebaya untuk menyesuaikan jadwal latihan. Sesi OT yang semula dijadwalkan pukul 16.00 WITA diundur menjadi 17.00–18.00 WITA.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami menyesuaikan jadwal OT mereka agar tetap bisa berjalan optimal,” ujar Rojak.
Sudah Dikoordinasikan Sejak Awal
Rojak juga menjelaskan bahwa komunikasi terkait lokasi latihan sudah dilakukan sejak 22 April 2026. Panpel saat itu menawarkan beberapa alternatif lokasi karena Stadion Kapten I Wayan Dipta sedang digunakan untuk pertandingan lain.
Dalam Match Coordination Meeting (MCM), pihak panpel juga telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Persebaya disebut memahami bahwa insiden ini murni masalah teknis.
Panpel Minta Tidak Dibesar-besarkan
Ketua Panpel, Erwin Hardiyono, berharap kejadian ini tidak berkembang menjadi isu negatif yang berlebihan.
“Kami berharap ini menjadi pelajaran bersama. Semua sudah kami carikan solusi terbaik dan situasi tetap kondusif menjelang pertandingan,” ujarnya.
